Atlet Takraw PON Asal Bawean Sudah Punya Lapangan Representatif

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah saat datang ke lapangan di Pulau Bawean

KLIKJATIM.Com | Gresik — Atlet sepak takraw asal Bawean Farid  dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Timur bergembira karena ada lapangan yang representatif di desanya. Warga Dusun Keramat Baru, Desa Gelam, Kecamatan Tambak berharap agar semakin termotivasi berlatih. 

BACA JUGA :  Cegah Banjir Kali Lamong, Bupati Sambari Bangun Tanggul Sungai di Kecamatan Cerme

Peresmian Lapangan Olah Raga ini menjadi sarana bagi olahraga sepak bola takraw, bola voli di Dusun Keramat Baru, Desa Gelam, Kecamatan Tambak.  Pasalnya sejak pembinaan tahun 1999 atlet sepak takraw di desa tersebut melahirkan banyak prestasi. Pada tahun 2005 awal kesuksesan berhasil membawa kontingen anak usia dini ke jakarta. 

Kemudian tahun 2007 ke ragunan Jakarta menyabet juara 1 nasional. Hingga melahirkan satu atlet yang memperkuat Jawa Timur di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua. 

Farid, pemuda berusia 25 tahun asal desa setempat membawa nama harum Jawa Timur di ajang PON 2016 di Bandung. Turun di tim regu meraih medali perunggu, tim double menyabet medali perak dan double even mendapatkan medali emas. 

“Alhamdulilah senang sekali,  terimakasih ibu Wabup dan Bupati ada lapangan baru disini. Semoga teman-teman disini bisa mewakili Jawa Timur bahkan melebihi saya mewakili Indonesia,” ucapnya.

Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah saat datang ke lapangan mengatakan, pihaknya berharap bisa melahirkan atlet-atlet di ajang nasional membawa nama harum Jawa Timur khususnya Pulau Bawean, Gresik. 

“Dispora dan KONI siap memberikan bimbinhan dan dukuhgan, agar olahraga di Bawean di tidak ada bedanya dengan di daratan Gresik,” katanya, Rabu (9/6/2021). 

Semua warga Gresik mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten Gresik. Lapangan representatif yang lebih bagus, untuk menyumbangkan atlet lebih banyak lagi penyumbang bagi indonesia di kancah internasional. 

“Atlet di Bawean mewakili Gresik sekaligus menjadi kontingen Jawa Timur di ajang PON. Mudah-mudahan kedepan menjadi atlet nasional mewakili Indonesia di ajang internasional. Sekarang mereka bisa latihan semakin rutin,” harapnya. 

Ketua KONI Kabupaten Gresik, dr Anis Ambiyo Putri mengatakan, dalam waktu dekat akan memberikan uang pembinaan kepada para atlet di pulau Bawean ini. “Semoga semakin termotivasi, saya berharap bisa membawa olahraga Gresik semakin berprestasi lagi,” katanya. 

Anis berbincang dengan para atlet Sepak Takraw setempat yang tergabung dalam Bawean Pioner Club (BPC). Terutama kendala yang dialami selama ini, pasalnya, ada satu atlet Sepak Takraw asal Bawean yang akan bertanding di ajang PON Papua. 

Para atlet, pelatih pengurus dan ketua PSTI Gresik, Nurul Yaqin menyampaikan kendala biaya untuk melakukan uji coba. “Besok saya kirim Rp 22 juta uang pembinaan termin satu. Kalau kurang buat proposal lagi, untuk uji coba tanding ke luar,” terangnya. (rtn)