Area Pelaminan Tergenang Banjir, Resepsi Pernikahan Warga Nganjuk Berlangsung Dramatis

Reporter : Redaksi - klikjatim

foto: Suasana respsi pernikahan di tengah lokasi terendam banjir. (A. Bahar/klikjatim.com)

NGANJUK – Acara resepsi pernikahan Ahmad Firly dan Elfira Alvonita di Desa Sekarputih, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur berlangsung dramatis, Senin (29/04/2019). Pasalnya, kondisi area pelaminan pengantin sedang tergenang banjir.

Sampai-sampai perjalanan mempelai pengantin menuju kursi pelaminan, harus melewati jembatan yang dipasang menggunakan papan agar tidak terkena air. Akibat genangan air di atas mata kaki orang dewasa, seakan mengubah suasana acara resepsi pernikahan berlangsung di atas sungai.

Posisi tamu undangan yang seharusnya berada tepat di depan kursi pelaminan pengantin, juga terpaksa dipindahkan ke halaman rumah warga sekitar. Yaitu di samping pelaminan.

[irp]

“Dengan kondisi jalan raya yang sudah seperti sungai karena di depan pelaminan masih dipenuhi air, sehingga terpaksa untuk tamu undangan dipindahkan ke rumah warga agar acar tetap berjalan,” kata paman mempelai pengantin, Sajianto.

Pihak keluarga menerima kondisi ini dengan pasrah menyusul kejadian banjir terjadi di luar dugaan. Acara yang dipersiapkan jauh-jauh hari tersebut juga tidak mungkin diundur, karena keluarga sudah menetapkan hari dan mengundang banyak orang.

Sehingga kedua mempelai yang sedang merayakan resepsi pernikahan juga harus tetap berbahagia di tengah rendaman banjir di rumahnya.

“Kami tidak menganggap peristiwa ini sebagai musibah, tetapi merupakan nikmat yang harus tetap disyukuri. Mudah-mudahan di balik semua ini ada hikmah dan menjadikan kedua mempelai menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah,” harapnya.

[irp]

Sementara itu, banjir yang melanda Kabupaten Nganjuk telah merendam sepuluh desa. Antara lainnnya di Kecamatan Berbek meliputi Desa Grojokan, Desa Sonopatik, Desa Tiripan, Desa Bulu. Lalu di Kecamatan Bagor terjadi di Desa Sekarputih, dan Desa Pesudukuh.

Untuk Kecamatan Nganjuk terjadi di Kelurahan Jatirejo, Kelurahan Werungotok, dan Kelurahan Mangundikaran. Adapun di Kecamatan Pace hanya melanda Desa Banaran. (ab/nul)