Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkot Surabaya Keluarkan Surat Edaran untuk Pengelola Mal

Reporter : Ahmad Hilmi Nidhomudin - klikjatim.com

Tangkapan layar surat edaran tentang antisipasi penyebaran Covid-19 di mal dan pusat perbelanjaan. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Pahlawan. Yang terbaru, pemkot mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor 443/5684/436.8.4/2021 tentang antisipasi penyebaran Covid-19 di mal dan pusat perbelanjaan.

BACA JUGA :  Mantap! Hampir 100% Warga Jember Sudah Miliki e-KTP

SE itu ditandatangani oleh Kepala BPB Linmas Surabaya, Irvan Widyanto tertanggal 3 Mei 2021. Ketentuan ini ditujukan kepada pengelola atau penanggung jawab mal maupun pusat perbelanjaan.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya mengatakan, surat edaran tersebut mengamanatkan kepada seluruh pengelola atau penanggung jawab mal maupun pusat perbelanjaan di Kota Surabaya untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara konsisten. Tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya, sesuai Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 67 Tahun 2020 yang diubah dengan Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 10 Tahun 2021.

“Jadi untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung dan penyebaran Covid-19 di Mal, kita keluarkan surat edaran untuk pengelola mal dan pusat perbelanjaan untuk menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan Perwali yang berlaku,” ungkapnya.

Pada penerapannya, Febri menegaskan, bahwa pengelola pusat perbelanjaan diminta untuk dapat mengendalikan kapasitas jumlah orang yang berada di dalam gedung secara keseluruhan. Mulai dari gerai, area makan, atrium, dan hall yang maksimal hanya diperbolehkan menampung 50 persen dari total ruang gerak bebas.

“Mereka harus mengendalikan kapasitas pengunjung yang berada di dalam gedung, maksimal hanya 50 persen dari kapasitas,” ungkapnya.

Selain itu, Febri juga menerangkan, pengelola pusat perbelanjaan harus melakukan pembenahan terhadap gerai, area makan, atrium dan hall untuk mengatur jarak antar orang minimal satu meter, dan membuat tanda tulisan pada pintu masuk. Intinya menginformasikan tentang kapasitas maksimal dan jumlah pengunjung yang diperbolehkan berada di area tersebut.

“Nah, jika sudah penuh di dalam, kita harus tegas melarang pengunjung lain untuk tidak masuk dulu,” tegasnya.

Tidak hanya itu. Untuk melakukan pengawasan penerapan prokes dan memperhatikan titik rawan yang berpotensi mengabaikan prokes seperti melepas masker, berkerumun dan lain sebagainya, Pemkot dengan tegas meminta kepada pengelola wajib untuk mengoptimalkan Satgas Mandiri Covid-19 yang terbentuk.

“Kita ingin setiap mal itu mengoptimalkan Satgas Mandiri Covid-19, mereka harus melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan, jangan sampai ada kerumunan dan pengunjung yang melepas masker,” tambahnya.

Demi memperketat prokes, Febri juga mengatakan bahwa Pemkot Surabaya akan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku kepada pengelola pusat perbelanjaan yang tidak mentaati Perwali tersebut. “Pemkot akan memberikan tindakan dan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada pengelola mal yang tidak mentaati Perwali tersebut,” pungkasnya. (nul)