Antisipasi Anjloknya Harga Saat Panen Raya, Begini Cara Bupati Lamongan Yuhronur

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat berkunjung ke Gudang Bulog di Lamongan. (Abdul Aziz Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Lamongan — Dalam menghadapi musim panen raya di Lamongan, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengimbau kepada Bulog dan seluruh pengelola lumbung padi untuk menyerap hasil panen padi di wilayahnya. Tujuannya agar harga gabah rakyat tidak jatuh di saat panen raya.

BACA JUGA :  HANI 2021, BNNK Nganjuk Amankan Kurir Sabu Magetan

Hal tersebut disampaikan Bupati Yuhronur saat melakukan kunjungan ke Bulog Lamongan, Selasa (9/3/2021). “Bulog dan seluruh lumbung padi di Lamongan agar segera menyerap hasil panen padi petani. Selain untuk menjaga ketahanan pangan, apalagi Kabupaten Lamongan adalah salah satu lumbung padi nasional juga untuk menjaga harga jual gabah agar tidak anjlok dan petani juga tidak merugi,” ungkap Yuhronur.

Adapun upaya Bupati ini sebagai langkah mendukung program Ayo Beli Produk Lamongan. Karena jika penyerapan dan daya beli terhadap gabah atau beras Lamongan meningkat, maka dengan sendirinya harga jualnya akan meningkat.

“Di Kabupaten Lamongan saat ini terdapat 603 lumbung padi di 27 kecamatan, dengan 12 berstatus maju, 214 berstatus berkembang, dan 377 lainnya berstatus perintis,” rincinya.

Pada akhir bulan Maret adalah puncak-puncaknya panen padi. Sesuai data Dinas TPHP, lanjut dia, luas tanam padi bulan Oktober 2020 sampai dengan Februari 2021 seluas 69.632 hektar. Luas panen padi dari Januari hingga Februari 2021 seluas 12.926 hektar. Sedangkan produksi padi sampai dengan Februari 2021 sebanyak 98.238 ton. Jadi provitas padi sat ini telah mencapai 7,6 ton.

“Saat ini harga gabah kering panen berkisar Rp 3.900 sampai dengan Rp 4.100 per kilogram. Sedangkan gabah kering giling (GKG) Rp 5.200 sampai dengan 5.300 per kilogram. Kita menjaga agar harganya tidak turun,” imbuhnya. (nul)