Angka Pernikahan Dini Tinggi, Pemkab Bojonegoro Terus Gencarkan Sosialisasi Pencegahan

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Permohonan dispensasi nikah atau pernikahan dini di Kabupaten Bojonegoro angkanya cukup tinggi. Di tahun 2020, ada 607 warga Bojonegoro yang menikah di usia dini seperti yang dicatat Pengadilan Agama (PA).

BACA JUGA :  Kapolres Pasuruan Sidak PT AJI, Temukan Kekurangan Penerapan Protokol Covid-19

Pemkab Bojonegoro berusaha terus menekan angka pernikahan dini tersebut. Melalui Bagian Hukum, Pemkab Bojonegoro menggelar melakukan sosialisasi di tingkat kecamatan.

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah mengatakan, hingga Mei 2021 tercatat di PA Bojonegoro ada 302 warga yang mengajukan dispensasi nikah. Pemerintah, kata Anna, memiliki tugas mengajak seluruh warga agar tidak melangsungkan akad nikah di usia dini sebagaimana diatur dalam UU No.16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan.

“Pemerintah tidak berkehendak untuk menghentikan perilaku ini, tapi bisa dicegah bersama-sama mulai tingkat pemerintah, lingkungan hingga tingkat keluarga. Memberikan pendampingan, pemahaman kepada putra-putrinya, dan menjamin pendidikan secara maksimal,” jelasnya, saat mengelar sosialiasi di Kecamatan Kepohbaru, Kamis (10/6/2021).

Dijelaskan Anna, pemerintah memiliki tugas menjelaskan kepada seluruh warga dampak negatif dari pernikahan dini. Sebab, pernikahan dini memiliki dampak negatif baik dari sisi psikis, kesehatan maupun kesejahteraan keluarga.

“Pemerintah telah menyediakan aturan terkait perlindungan anak, perlindungan perempuan hingga perkawinan,” jelasnya. (mkr)