Angka Kesembuhan Pasien Covid Gresik 86 Persen, Hari Ini Tambah 20 Orang Sembuh

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Bupati Sambari bersama anggota Forkopimda Gresik usai rakor membahas tentang evaluasi disiplin penegakan Protokol Kesehatan di Kabupaten Gresik

KLIKJATIM.Com | Gresik – Tingkat kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Gresik mencapai 86% dan lebih tinggi dari rata-rata kesembuhan di tingkat Propinsi Jawa Timur yang mencapai 80,6 persen. Sementara untuk pasien sembuh Covid-19 yang disampaikan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik pada Selasa (15/9/2020) tercatat ada 20 orang yang sembuh. 

BACA JUGA :  Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Tidak Butuh Impor Beras

Dengan tambahan pasien yang sembuh tersebut, hingga kini tercatat ada 2.488 orang pasien yang sembuh. Sementara tambahan warga yang terpapar saat ini ada tambahan 15 orang sehingga total keseluruhan ada 2.970 orang. Untuk pasien yang masih menjalani perawatan atau isolasi mandiri ada sekitar 297 orang.   

“Saya berharap kepada semua pihak untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat kesembuhan ini sehingga bisa mencapai harapan. Saat ini angka kesembuhan di Kabupaten Gresik sudah 86 persen dan ini lebih tinggi dibanding angka kesembuhan rata-rata di Provinsi Jatim yang tercatat 80 persen,”  ujar Bupati Gresik Sambari Halim Radianto.

Untuk itu, Bupati Sambari mengingatkan jajarannya untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Selanjutnya, bersama instansi lainnya secara bersama-sama mendengungkan ajakan melaksanakan protokol kesehatan, salahsatunya dengan mengenakan masker saat di luar rumah. Hal itu disampaikan Bupati Sambari saat memimpin rapat koordinator bersamaanggota Forkopimda Gresik membahas tentang evaluasi disiplin penegakan Protokol Kesehatan di Kabupaten Gresik.

“Rakor ini menindaklanjuti pertemuan bersama Gubernur, Pangdam dan Kapolda yang berlangsung kemarin” kata Bupati tentang rapat yang dilakukan bersama Forkopimda dan para Kepala OPD Pemkab Gresik.

Bupati berharap kepada Camat agar meningkatkan kewaspadaan pada setiap desa yang ada di wilayahnya. “Kalau perlu RT dan RW mencatat seluruh aktifitas warganya serta tamu yang datang khususnya yang datang dari Zona merah dan zona hitam. Laporkan setiap aktifitas yang mencurigakan. Laporkan kepada Kepala Desa atau kepada Babinsa dan babinkamtibmas yang ada diwilayah masing-masing” tegas Bupati.

Kepada seluruh OPD agar mendukung kegiatan ini mereka diminta untuk mensosialisasikan Perbup 22 tahun 2020 ini ke pasar, Perusahaan, hotel, Mall, Pelabuhan, dan tempat lain.

“Jangan ada kerumunan misalnya ada kompetisi pertandingan sepak bola atau nonton bareng kompetisi bola melalui layar lebar tetap dilarang. Kepada Dispora agar menyurati para Kepala Desa atas larangan ini. Yang penting Disiplin peningkatan penegakan Protocol Kesehatan atau DP3K. tetap harus jaga jarak” tegas Sambari.

Selanjutnya Bupati akan lebih gencar lagi untuk membagikan masker kepada masyarakat. Dia meminta agar semua instansi untuk ikut membagikan masker kepada masyarakat.

Terkait pembagian masker, semua anggota Forkopimda mendukung dan menyatakan siap untuk membantu. Hal ini ditegaskan oleh Kapolres Gresik dan Dandim 0817 Gresik serta seluruh anggota Forkopimda lain ikut mendukung. (hen)