Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Jalani Vaksinasi, Ternyata Ada yang Takut Jarum Suntik

Reporter : Redaksi - klikjatim

Vaksinasi di kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. (ist)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Penyuntikkan vaksin dilakukan kepada para wakil rakyat di Kabupaten Pasuruan. Vaksinasi ini berlangsung di kantor DPRD yang berada di Raci, Kecamatan Bangil, sekitar pukul 09.00 WIB pada Senin (1/3/2021).

BACA JUGA :  Alhamdulillah, 16 Tenaga Kesehatan di Pasuruan Sembuh dari Covid-19

Selain anggota dewan, penyuntikkan vaksin kali ini juga dilakukan kepada beberapa pegawai di lingkungan sekretariat DPRD setempat. Bahkan ada yang menarik, di antara penerima vaksin ketakutan sampai-sampai merasa panas dingin dan enggan melihat jarum suntiknya. Ia pun lebih memilih untuk memejamkan mata.

Seperti yang dilansir radarbromo.jawapos.com, tidak ada kendala berarti saat vaksinasi berlangsug. Sebagian besar dari mereka berani, meski tampak ada yang pasrah. Tahapan sebelum penyuntikkan vaksin Sinovac tetap dilakukan screening mulai dari cek suhu tubuh, tekanan darah dan beberapa pemeriksaan lainnya.

Salah satu anggota DPRD Kabupaten Pasuruan yang mengaku sempat merasa panas dingin menjelang divaksin adalah Saad Muafi. Karena takut, politisi PKB ini terpaksa tutup mata dan ogah melihat jarum suntik yang akan ditancapkan kepadanya.

“Belum Gus, belum disuntik,” celetuk salah seorang di sekitarnya.

Gus Muafi—sapaan akrabnya—mengaku memang fobia dengan jarum suntik. Ketakutan terhadap jarum suntik itu sudah dialaminya sejak kecil. “Waktu sunat (khitan) kan harus disuntik bius. Sejak itu, saya takut disuntik,” urainya.

Kendati demikian, tapi dia memaksakan diri untuk tetap menjalani vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu juga sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat, bahwa vaksinasi ini aman dan halal.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan menerangkan, vaksinasi ini dilakukan untuk membentuk kekebalan komunitas dengan harapan bisa menekan penyebaran Covid-19. “Kami berharap juga pandemi Covid-19 ini bisa berakhir,” lannjutnya. (nul)