Anda Lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat, Yuk,,,Simak Peluangnya Jadi PNS

Reporter : Apriliana Devitasari - klikjatim.com

Anda Lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat, Yuk,,,Simak Peluangnya Jadi PNS. (Apriliana Devitasari/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi – Puluhan pemuda dari berbagai daerah tampak antusias mengikuti kelas masterclass yang diselenggarakan oleh Jago Preventif pada Sabtu (27/2/2021) kemarin dengan tema S.K.M jadi PNS : Ngapain Aja? Diketahui bahwa Jago Preventif adalah startup yang bergerak pada bidang digital marketing.

BACA JUGA :  Enam Kali 'Nikmati' Anak Kandungnya, Ayah Bejat di Tuban Tertangkap Usai Direkam Tetangganya 'Kuda-kudaan'

Nah, dalam masterclass perdana ini telah menghadirkan pemateri dari kalangan pemuda-pemuda di Jawa Timur (Jatim). Antara lainnya seorang pemateri dengan latar belakang karir sebagai PNS, yaitu Hafidh Maulana, S.K.M, M.Kes yang bertugas di Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim dan Ayu Sajida Daad Arini, S.K.M selaku Penyuluh KB Ahli Pertama pada Unit Kerja Perwakilan BKKBN Jatim. 

Alasan pemilihan tema seputar Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena bertepatan dengan moment seleksi CPNS tahun 2021. Tujuan dalam kegiatan ini agar lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat (S.K.M) memiliki wawasan yang cukup, terkait dengan prospek karirnya dalam dunia kerja, khususnya sebagai PNS. 

Narasumber Hafidh Maulana, S.K.M, M.Kes mengungkapkan, bahwa lulusan S.K.M terbuka lebar dalam prospek kerja. Sebab memiliki kompetensi sebagai seorang manager, innovator, researcher, apprenticer, communitarian, leader, dan educator yang biasa disingkat dengan MIRACLE. 

“Profil S.K.M dengan latar belakang ilmu yang biasa diketahui sebagai MIRACLE, membuatnya mampu dan siap ditempatkan dalam setidaknya tiga sektor pekerjaan. Yaitu sektor publik, sosial, dan privat,” ujar Hafidh dalam pemaparannya sebagai narasumber.

Ayu Sajida Daad Arini, S.K.M yang juga menjadi pembicara dalam masterclass menerangkan, saat ini birokrasi di Indonesia lebih mengutamakan sistem merital. “Sistem merital ini merupakan penempatan suatu jabatan sesuai dengan skill dan kompetensi. Sistem tersebut tidak lagi memandang gender, apalagi unsur SARA dan prosesnya juga dilakukan melalui seleksi yang akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan,” tutur Ayu.

Dan sistem ini sedang diupayakan agar bisa diterapkan pada seluruh instansi di Indonesia. Hal ini sejalan dengan cita-cita Indonesia pada tahun 2025, yang ingin mewujudkan world class bureaucracy.

Bagi Ayu, kondisi ini bisa menjadi peluang untuk S.K.M dapat terlibat dalam berbagai lini di sektor pemerintahan sebagai PNS. S.K.M bisa ditempatkan hampir di seluruh seksi di bawah dinas kesehatan. Untuk jabatan fungsional kesehatan masyarakat meliputi administrator kesehatan. (nul)