Terhambat Zonasi, Wali Murid Curigai Permainan Surat Domisili * Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2020

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Ilustrasi. (ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Beberapa wali murid yang mendaftarkan anaknya ke SMA Negeri 1 Gresik di Jalan Arif Rahman Hakim mengaku kecewa. Sebab anaknya tidak bisa diterima dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) dikarenakan terhambat pembatasan zonasi.

Namun kecurigaan mereka tiba-tiba muncul setelah mengetahui ada siswa yang rumahnya lebih jauh malah diterima. Hal ini salah satunya disampaikan oleh seorang wali murid asal Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik, Kamis (25/6/2020).

BACA JUGA :  SKK Migas Temukan Cadangan Sumur Minyak Baru

“Banyak siswa yang rumahnya di Randuagung, Kecamatan Kebomas dan Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Kecamatan Manyar bisa masuk SMA Negeri 1 Gresik yang jaraknya lebih dari 622 meter,” kata wali murid yang enggan menyebutkan namanya itu.

Dengan demikian, diduga ada permainan surat domisili abal-abal agar bisa masuk ke sekolah negeri tersebut. Sehingga sangat merugikan bagi warga di sekitar.

Lebih lanjut dijelaskan, dugaan permainan surat domisili ini pasti melibatkan oknum kelurahan. Tujuannya bisa memberikan surat domisili tertanggal mundur. “Karena berlakunya surat domisili itu harus sudah berdomisili selama satu tahun. Maka, permohon suratnya dibuat tertanggal pada 2019,” katanya.

BACA JUGA :  Lempar Kotoran ke Tenaga Medis, Istri Pasien Covid-19 Jadi Tersangka

Pihaknya pun berencana mengadukan dugaan kecurangan terkait surat domisili ini ke kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Gresik. “Tadi banyak wali murid ke SMA Negeri 1 Gresik, tapi pihak sekolah mengatakan tidak punya kewenangan. Terus ke sini (Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jatim, red), tapi tidak ada orang,” tambah seorang wali murid yang lain dengan penuh kecewa.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Gresik, Puji Astuti saat dihubungi klikjatim.com melalui sambungan selulernya tidak diangkat. Padahal terdengar nada sambung. (nul)