Dua Gelombang Serbuan PSHT, Rusak 15 Kios , 1 Konter Hp, 3 Warung dan 3 Mobil

klikjatim.com
Deretan kios ini berantakan selah dilempar batu oleh penyerang. Ist

KLIKJATIM.Com I Situbondo - Setelah bentrok pertama antara puluhan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Situbondo dengan warga Desa Kayuputih, Kecamatan Panji pada Minggu (9/08/2020) malam.

Bebarapa jam kemudian terjadi serangan gelombang kedua, dengan jumlah lebih banyak dan mereka membawa senja tajam. Kejadiannya sekitar pukul 02.00 pada Senin (10/8/2020) dini hari .Serangan kedua ini menyasar 15 kios, konter ponsel dan tiga warung di Desa Kayuputih, Kecamatan Panji serta sepanjang jalan raya di Desa Tribungan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo.

Baca juga: Dua Gelombang Serbuan PSHT, Rusak 15 Kios , 1 Konter Hp, 3 Warung dan 3 Mobil

[irp]Kios bensin milik Zainal Arifin juga dibakar. Sebelumnya Zainal mengalami penganiayaan pada serangan pertama.

Selain itu, tiga mobil yang terparkir di halam rumah warga juga mengalami kerusakan akibat lemparan batu. Ketiganya yakni mobil Toyota Avanza ber-Nopol P 1697 EB milik Yazid, Toyota Expander ber-Nopol P 1579 DA milik Saleh dan sebuah mobil Agya berwarna merah.

[irp]Sebelum ratusan pendekar PSTH Situbondo dilaporkan melakukan konvoi dengan menggunakan sepeda motor dari arah selatan. Begitu sampai di lokasi bentrok pertama, mereka membakar kios bensin milik.

Massa kemudian merusak puluhan rumah warga dan kios dan mobil. Selanjutnya mereka tancap gas ke arah Mangaran, sembari mengacung-acungkan sajam. “Saya kaget, rumah dan mobil dilempar batu. Ternyata ada ratusan orang bersenjata pedang dan celurit di halaman rumah, saya tidak berani keluar,” kata Yazid, salah seorang korban, Senin (10/8/2020).

[irp]Kepala Desa Tribungan, Muhammad Hasan, mengatakan, setelah aksi penyerangan pertama mulai pukul 20.00 hingga pukul 01.00 WIB, dirinya bersama Kepala Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, Suriji, serta petugas Sabhara Polres Situbondo, melakukan penjagaan di sekitar rumah warga yang menjadi korban aksi bentrokan. Dirasa kondisi terkendali dirinya dan petugas pulang.

Sekitar pukul 02.00 dinihari, mendapat laporan jika ratusan pendekar PSHT melempar batu rumah, warung, dan konter HP milik warga. "Bahkan, juga membakar kios bensin milik korban Zainal Arifin,” kata Muhammad Hasan.

[irp]Polisi harus menuntaskan kasus kriminalitas itu sesuai dengan ketentuan hukum. Tindakan ratusan pendekar PSHT murni tindakan kriminal. "Saya minta polisi untuk segera menangkap oknum pendekar PSHT yang terlibat,” pungkasnya.(rtn)

Editor : Abdus Syukur

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru