175 Anak Ikuti Khitan Gratis di Pantai Slopeng, Khofifah Perluas Layanan Kesehatan di Sumenep

Reporter : Abdul Aziz Qomar

KLIKJATIM.Com | Sumenep – Sebanyak 175 anak mendapat kesempatan mengikuti layanan khitanan massal gratis dalam rangka bakti sosial terpadu Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, Rabu (14/10/2026). Program yang digelar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Antusiasme warga terhadap program ini cukup tinggi. Semula, kegiatan khitanan massal diikuti 150 anak yang telah terdaftar. Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menambah kapasitas pelayanan sehingga dapat menjangkau hingga 175 anak.

Baca juga: 595 Warga Batuputih Sumenep Kesulitan Air Bersih, Khofifah Upayakan Sumur Bor pada 2027

Khofifah mengatakan, pelayanan kesehatan menjadi salah satu perhatian utama dalam pembangunan manusia. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus ditopang oleh tiga dimensi penting, yakni kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

“Pendekatan pembangunan yang kita lakukan adalah pendekatan Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index. Ada tiga dimensi penting yang terus kita kuatkan, yaitu kesehatan, pendidikan, dan ekonomi,” ujar Khofifah.

Ia berharap, berbagai layanan yang dihadirkan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk khitanan massal yang mendapat sambutan positif dari warga.

“Karena itu, layanan dan bantuan yang kita hadirkan hari ini diharapkan bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk khitan massal yang ternyata mendapat antusiasme yang cukup besar dari masyarakat,” imbuhnya.

Untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai prosedur, kegiatan khitanan massal melibatkan tenaga kesehatan dari sejumlah rumah sakit di Jawa Timur, dengan dukungan dokter spesialis urologi dan anestesi.

Sebanyak 25 meja tindakan disiapkan lengkap dengan peralatan medis, obat-obatan, serta bahan medis habis pakai. Setiap peserta terlebih dahulu menjalani pendaftaran dan verifikasi identitas, skrining riwayat kesehatan, pemeriksaan tanda vital, serta pemeriksaan kondisi fisik sebelum tindakan dilakukan.

Orang tua atau wali peserta juga mendapat penjelasan mengenai prosedur khitan dan diminta memberikan persetujuan tindakan medis. Setelah tindakan selesai, peserta memperoleh obat sesuai indikasi, surat kontrol, bingkisan, serta edukasi mengenai perawatan pascakhitan.

Khofifah menegaskan, penyediaan layanan kesehatan yang menjawab kebutuhan warga membutuhkan kerja sama lintas sektor, termasuk pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

“Kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menjadi sangat penting. Kita ingin memastikan bahwa program pembangunan dan bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

**Pemeriksaan Kesehatan Menjangkau 240 Warga**

Selain khitanan massal, bakti sosial di Pantai Slopeng juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan umum serta layanan kesehatan gigi dan mulut.

Baca juga: Atasi Kekeringan di Sumenep, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih dan Siapkan Sumur Bor

Pemeriksaan kesehatan umum menyasar 240 orang dari kelompok dewasa dan lanjut usia. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan status gizi, gula darah, kesehatan jantung, serta faktor risiko stroke. Mobil rontgen juga disiapkan untuk menunjang pemeriksaan bagi warga yang memiliki faktor risiko tuberkulosis (TBC).

Sebanyak 20 tenaga kesehatan diterjunkan dalam pelayanan tersebut. Mereka berasal dari Puskesmas Dasuk Kabupaten Sumenep, RS Pura Raharja Surabaya, Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR), serta TNI Angkatan Laut.

Melalui pemeriksaan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh edukasi kesehatan sekaligus mendeteksi lebih dini faktor risiko dan gangguan kesehatan agar bisa segera ditindaklanjuti sesuai kebutuhan medis.

Sementara itu, layanan kesehatan gigi dan mulut didukung jajaran TNI dan IKA UNAIR. Sejumlah tenaga medis, termasuk dokter gigi dari Surabaya, Sidoarjo, Madiun, dan Sumenep, turut dilibatkan. Mobil klinik gigi juga disediakan untuk mendukung pemeriksaan dan tindakan sesuai kebutuhan pasien.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada IKA UNAIR yang telah memberikan dukungan tenaga medis, termasuk dokter gigi. Kolaborasi seperti ini sangat penting agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat lebih luas,” tutur Khofifah.

Bantuan untuk Ibu Hamil dan Balita

Perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak juga menjadi bagian dari rangkaian bakti sosial tersebut. Pemerintah menyiapkan 100 paket bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur untuk mendukung upaya pencegahan stunting, khususnya bagi ibu hamil dan balita yang mengalami masalah gizi.

Baca juga: Khofifah Salurkan Bantuan untuk UMKM, Petani, Nelayan hingga Lansia di Sumenep

Berbagai layanan kesehatan tersebut melengkapi program pelayanan publik dan bantuan sosial lainnya yang dihadirkan di Pantai Slopeng, mulai dari layanan literasi hingga bantuan untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

Khofifah menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan, jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Baznas, IKA UNAIR, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, semangat gotong royong dan kolaborasi menjadi kunci untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus memastikan program pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sinergi ini menjadi kekuatan luar biasa. Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Khofifah berharap, rangkaian bakti sosial terpadu tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

“Mudah-mudahan seluruh ikhtiar ini membawa manfaat dan barokah bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru