KLIKJATIM.Com | Pasuruan -Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai melakukan dropping air bersih ke sejumlah desa terdampak kekeringan.
Dari catatan BPBD Kabupaten Pasuruan, dropping air bersih dilakukan pada 12 desa di tiga kecamatan, yakni Lumbang, Winongan dan Pasrepan.
Baca juga: Pemkab Pasuruan Lakukan Droping di 12 Desa Alami Kekeringan
Untuk Kecamatan Lumbang, desa-desa terdampak kekeringan diantaranya Desa Karangjati, Bulukandang, Watulumbung, Pancur dan Desa Banjarimbo.
Sedangkan untuk Kecamatan Pasrepan terdiri dari 6 desa, yakni Desa Klakah, Ngantungan, Pasrepan, Galih, Sibon dan Desa Petung. Sementara untuk Winongan tercatat hanya desa Kedungrejo.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan 12 desa tersebut saat ini dalam kondisi membutuhkan air bersih, sehingga menjadi prioritas dalam hal distribusi, di setiap harinya.
"Sudah diSK khan oleh Bapak Bupati tentang status tanggap darurat kekeringan di Kabupaten Pasuruan. Maka saat ini distribusi pada desa-desa tersebut terus kami laksanakan," kata Sugeng.
Baca juga: Kekeringan Jember Meluas ke 7 Kecamatan, BPBD Salurkan 282.500 Liter Air Bersih
Dalam sekali pengiriman, satu desa menerima 2 rate tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 5000 liter.
"Jadi satu desa kita kirimi dua tangki air bersih. Per tangki isinya ada lima ribu liter sehingga satu hari kita dropping sepuluh ribu liter air bersih," katanya.
Lebih lanjut Sugeng menegaskan bahwa setiap tangki akan didrop di salah satu titik yang dapat diakses warga terdampak kekeringan di satu desa. Di tempat tersebut, warga sudah menunggu untuk mengambil air bersih melalui ember atau jurigen yang dibawa dari rumahnya masing-masing.
Baca juga: Gubernur Khofifah Komitmen Gencarkan Pasar Murah Jaga Daya Beli Masyarakat Pasuruan dan Sidoarjo
"Insya Allah selalu tercukupi untuk kebutuhan air bersih warga di masing-masing desa terdampak," singkatnya.
Dengan didistribusikannya air bersih, Sugeng mengimbau kepada warga terdampak agar bijak dalam mengelola bantuan air bersih.
"Kalau bisa diprioritaskan untuk minum, memasak, mandi dan kebutuhan warga lainnya," harapnya.
Editor : Wahyudi