KLIKJATIM.Com | Bandung - Pagi di Kelurahan Pasirluyu, Bandung, berjalan seperti biasa. Namun di RW 08, suasana berbeda terasa di Posyandu Combrang. Kehadiran Srikandi PLN bukan sekadar membawa atribut perusahaan, melainkan empati dan kepedulian yang perlahan menghidupkan kembali layanan kesehatan masyarakat di lingkungan tersebut.
Deretan balita datang dalam gendongan, sebagian tersenyum, sebagian masih canggung dengan suasana. Di balik itu, tersimpan harapan para orang tua agar anak-anak mereka tumbuh sehat.
Baca juga: PLN Gencarkan Edukasi Keselamatan Listrik bagi Warga di Sekitar Jalur SUTET Depok
Melalui program Srikandi Movement – CERIA (Cegah Risiko Penyakit Ibu & Anak), PLN berkontribusi dalam penguatan layanan kesehatan ibu dan anak. Posyandu yang sebelumnya sederhana kini tampil lebih layak, dengan suasana yang lebih hidup dan ramah bagi masyarakat.
Kegiatan semakin optimal dengan dukungan tenaga kesehatan dari Puskesmas Regol. Edukasi mengenai pentingnya ASI eksklusif, penyusunan MP-ASI, hingga pemantauan kehamilan disampaikan secara interaktif. Para ibu tampak lebih percaya diri dalam memahami kebutuhan gizi dan kesehatan keluarga.
Transformasi juga terjadi pada kader Posyandu. Jika sebelumnya kegiatan berjalan secara konvensional, kini mereka menjadi penggerak yang lebih terstruktur dan aktif. Dukungan Srikandi PLN meningkatkan kapasitas mereka, mulai dari pengelolaan administrasi, pemantauan tumbuh kembang, hingga teknik komunikasi yang lebih efektif kepada warga.
Dari sisi fasilitas, Posyandu Combrang mengalami peningkatan signifikan. Peralatan kesehatan seperti tensimeter, meja dan kursi yang layak, hingga sistem arsip yang tertata kini mendukung pelayanan yang lebih baik. Ketersediaan air bersih yang lancar juga menjadi penunjang penting.
Baca juga: Tiga Warga Depok, Cikarang, dan Bekasi Terima Bantuan Kaki Palsu dari YBM PLN
Salah satu perubahan paling terasa adalah hadirnya listrik PLN di posyandu tersebut. Penerangan yang memadai membuat pelayanan berjalan lebih optimal. Kipas angin memberikan kenyamanan, dan berbagai aktivitas kesehatan dapat dilakukan dengan standar yang lebih baik. Posyandu Combrang kini benar-benar berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan warga.
Memasuki tahun 2026, manfaat program terus berkembang. Posyandu Combrang dipercaya menjadi titik distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita dan ibu hamil. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas yang dibangun telah bertransformasi menjadi layanan yang berkelanjutan dan mandiri.
Di sekitar posyandu, kebun hidroponik yang dikembangkan bersama warga turut memberikan dampak positif. Berbagai sayuran seperti kangkung, selada, dan pakcoy tumbuh subur dan telah dipanen berkali-kali. Selain memenuhi kebutuhan gizi, kebun ini juga menjadi sarana edukasi bahwa pangan sehat dapat dihasilkan secara mandiri.
Baca juga: PLN Kembangkan Budidaya Nila Bioflok di Bogor, Perkuat Ekonomi Warga Desa Situ Udik
Di balik berbagai capaian tersebut, tersimpan kisah sederhana yang menggambarkan makna program ini. Seorang warga, Bu Nunung, menyampaikan rasa terima kasihnya dengan penuh haru kepada tim Srikandi PLN. Ungkapan itu menjadi simbol bahwa kehadiran program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN di Pasirluyu tidak hanya menghadirkan perbaikan fasilitas, tetapi juga membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat. Dari ibu yang lebih memahami kesehatan, kader yang semakin percaya diri, hingga anak-anak yang tumbuh dengan fondasi kesehatan yang lebih baik.
Langkah kecil di Pasirluyu ini menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari aksi nyata di tingkat komunitas. Srikandi PLN tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga menyalakan harapan bagi masa depan masyarakat.
Editor : Abdul Aziz Qomar