KLIKJATIM.Com | Jakarta – PT PLN (Persero) terus memperkuat sinergi global guna meningkatkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan dalam mitigasi perubahan iklim. Komitmen ini ditandai dengan penyerahan dokumen partnership agreement bersama United Nations Office for Project Services (UNOPS) dalam ajang PLN Sustainability Day 2026 bertema “Empowering Climate Resilience” di Jakarta.
Perjanjian kemitraan tersebut mencakup kajian dan dukungan terhadap berbagai inisiatif transisi energi, antara lain strategi transisi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), pengembangan smart grid, Energy Storage System (ESS), serta studi pengembangan energi terbarukan.
Baca juga: Srikandi PLN di Pasirluyu: Menghidupkan Posyandu, Menyalakan Harapan Warga
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan kerja sama ini mencerminkan komitmen berkelanjutan PLN dalam menghadirkan solusi konkret menghadapi perubahan iklim melalui kemitraan global.
“PLN terus memperkuat kolaborasi internasional untuk menghadirkan solusi berkelanjutan dalam menghadapi perubahan iklim. Kemitraan dengan UNOPS ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat transisi energi Indonesia melalui inisiatif berdampak tinggi,” ujarnya.
Ia menegaskan, dukungan global merupakan elemen penting dalam upaya transisi energi. Menurutnya, krisis iklim adalah tantangan lintas negara yang memerlukan aksi bersama.
“Perubahan iklim tidak mengenal batas wilayah. Emisi di satu kawasan akan berdampak secara global. Karena itu, transisi energi menjadi tanggung jawab bersama demi masa depan peradaban,” tegasnya.
Baca juga: PLN dan Kemendes PDT Jalin Kerja Sama, Dorong Pemanfaatan Listrik untuk Kemandirian Desa
Deputy Director Southeast Asia Energy Transition Partnership (ETP) UNOPS, John Cotton, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam menyelaraskan transformasi sektor energi Indonesia dengan dukungan internasional.
“Perjanjian ini menegaskan komitmen ETP dalam mendukung agenda transisi energi Indonesia. Kami akan memberikan dukungan strategis, teknis, dan praktis untuk mempercepat pengembangan energi bersih serta kesiapan sistem kelistrikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Head of the United Nations Resident Coordinator’s Office, Matthew David Johnson-Idan, mengapresiasi langkah progresif PLN dalam menerjemahkan komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement melalui target Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 dan Net Zero Emissions (NZE) 2060.
“PLN memiliki peran krusial dalam transisi energi nasional, tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai penggerak utama transformasi melalui pengembangan energi terbarukan, modernisasi jaringan, dan efisiensi energi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa siap mendukung PLN melalui kolaborasi strategis dan skema pembiayaan inovatif, termasuk mobilisasi pasar modal, blended finance, serta mekanisme berbagi risiko untuk mendorong investasi jangka panjang.
PLN Sustainability Day 2026 menjadi wadah kolaborasi para pemangku kepentingan dalam dan luar negeri untuk mempercepat dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan. Pada tahun kelima penyelenggaraannya, PLN menegaskan pentingnya sinergi internasional dalam memperluas pemanfaatan energi bersih serta membangun sistem kelistrikan yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing global guna mendorong pertumbuhan ekonomi hijau nasional.
Editor : Abdul Aziz Qomar