Pilkada Tulungagung 2018 Dimenangkan Koruptor, Bappenas Ajak Orang Baik Terjun ke Politik

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Tulungagung--Focus Discussion Group (FGD) dengan tema persiapan penyelenggaraan Pemilu - Pemilu serentak tahun 2024 dilaksanakan pada Jumat (15/07/2022) siang di UIN Satu Tulungagung.

Baca juga: Program Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu di Gresik Dianggarkan Rp17 Miliar Tahun Ini

FGD yang dihadiri Plt Deputi Polhukkam Bappenas, Slamet Soedarsono itu membahas sejumlah hal termasuk persiapan semua stake holder menghadapi Pemilu tahun 2024 mendatang.

Slamet Sudarsono mengatakan, kemenangan koruptor pada Pilkada Kabupaten Tulungagung tahun 2018 yang lalu menujukkan fakta adanya interaksi antara pemilih dan calon yang sedang dipilih, hal ini menggambarkan demokrasi.

"Ini menunjukkan adanya interaksi antara pemilih dan calon yang akan dipilih,itulah demokrasi," ujarnya kepada wartawan , pada Jumat (14/07/2022).

Namun dirinya berharap kejadian di Pilkada terakhir bisa memicu semakin banyak orang orang baik untuk terjun ke dunia politik, sehingga pemilih memiliki banyak pilihan dalam Pilkada.

"Kalau saya melihatnya ini harus menjadi momentum agar banyak orang baik yang terjun ke dunia politik," terangnya.

Dirinya menyebut, ketakutan jaman dahulu bagi orang baik untuk terjun ke dunia politik sudah saatnya dihindarkan karena jaman sudah berubah.

Baca juga: KPU Usulkan Biaya Pelaksanaan Pilkada 2024 Sampai Rp 75 M, Begini Respon Pemkab Tulungagung

Slamet menyebut, dengan semakin banyaknya orang baik yang terjun ke dunia politik maka kompetisi yang terjadi semakin sehat dan pemilih memiliki banyak pilihan calon pemimpin untuk daerahnya.

"Karena dengan banyak orang baik yang terjun ke dunia politik, maka semakin banyak pilihan bagi pemilih dan tercipta persaingan yang semakin sehat," ungkapnya.

Pilkada Kabupaten Tulungagung tahun 2018 dimenangkan oleh pasangan Syahri Mulyo - Maryoto Birowo, dengan perolehan suara mencapai 60,1 %.

Pasangan incumbent ini mengalahkan pasangan Margiono - Eko Prisdianto, hal tersebut sempat menjadi perbincangan mengingat saat itu pasangan incumbent sedang tersandung masalah suap yang ditangani KPK.

Baca juga: Provinsi Jatim Peringkat Kedua dalam Perencanaan Pembangunan Daerah

Tidak hanya itu saja, bahkan beberapa hari sebelum Pilkada dilaksanakan, Syahri Mulyo menjadi buron hingga akhirnya menyerahkan diri ke KPK, beberapa saat kemudian.

Dalam prosesnya, Syahri Mulyo bersama dengan Maryoto Birowo tetap dilantik menjadi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung, saat statusnya menjadi tahanan pada September 2018.

Namun usai dilantik, tampuk kepemimpinan langsung diserahkan kepada Maryoto Birowo yang saat ini menjadi Wakil Bupati Tulungagung.(mkr) 

Editor : Iman

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru