Puluhan Sapi di Tulungagung Mati, Pemkab Siapkan Anggaran Sampai 700 Juta

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Hingga pertengahan bulan Juli 2022 ini, Pemkab Tulungagung mencatat kematian 49 ekor sapi akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Baca juga: Bahayakan Keselamatan, Tim Gabungan Tulungagung Pasang Perangkap Buaya

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengatakan, kematian tersebut merupakan kematian sapi di Tulungagung yang telah dipastikan mati karena PMK.

"Itu yang sudah kita pastikan memang karena PMK," ujarnya pada Senin (11/07/2022).

Selain itu pihaknya mencatat 33 sapi lainnya juga harus dipotong paksa karena kondisinya yang memburuk setelah terserang PMK.

Kendati jumlahnya sapi yang mati maupun dipotong paksa masih ada di angka puluhan namun Pemkab Tulungagung terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran PMK.

"Data dikami saat ini ada 1.931 sapi yang sakit, 1.931 ini sudah diobati semua dan 756 diantaranya sehat, sisanya masih sakit, kemudian ada 33 yang dipotong paksa dan 49 mati," jelasnya.

Baca juga: Tak Datang di Rapat, Ternyata Wakil Kepala Stasiun Tulungagung Meregang Nyawa di Kamar Kos

Selain dengan memberikan obat dan vitamin kepada sapi yang sakit, pihaknya juga menyiapkan anggaran mencapai Rp 700 juta yang bersumber dari APBD untuk menangani kasus PMK di Tulungagung.

"Sudah kita siapkan anggaran sampai 700 juta, untuk pencegahan dan pengobatannya," terang Maryoto.

Maryoto menambahkan, anggaran yang disediakan ini akan melengkapi proses vaksinasi sapi yang saat ini digencarkan oleh Pemkab Tulungagung.

Baca juga: Kandang Dilalap Api, 7.000 Ekor Ayam di Tulungagung Jadi Ayam Bakar

Apalagi setelah Pemkab Tulungagung mendapatkan tambahan alokasi vaksin sapi sebanyak lebih dari 80 ribu dosis.

"Total vaksin yang sudah kita terima lebih dari 12 ribu dosis, ini terus kita salurkan setiap hari kepada sapi sapi yang sehat agar tidak tertular," pungkasnya.(mkr) 

Editor : Iman

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru