KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemprov Jatim bersama TNI/Polri saat ini tengah menyiapkan sejumlah format untuk menyambut kedatangan PMI dan WNA melalui Bandara Juanda, Surabaya.
Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono mengatakan, bahwa penyiapan tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran varian baru Omicron di Jatim. Heru mengaku, persiapan yang dilakukan juga dinilai cukup maksimal.
Baca juga: Antisipasi Siaga Merah, Pemkab Lamongan Aktifkan 15 Pompa Air di Pintu Kuro
Kesiapan itu, ditunjukkan dengan adanya kesiapan berbagai penanganan. Salah satunya kesiapan sarana dan prasarana bagi PMI yang melakukan isolasi terpusat (isoter) maupun isolasi mandiri (isoman).
Ia menyebut, ada 3 isoter yang tengah disiapkan Polda Jatim. Ketiganya berada di Asrama Haji Sukolilo dengan 964 bed, LPMP Ketintang dengan 160 bed dan Badiklat Kemenag Jatim dengan ketersediaan 132 bed. Sehingga total bed yang disediakan sebanyak 1.256 unit bed.
"Sedangkan Pemprov Jatim menyiapkan tempat karantina bagi PMI di BPWS Bangkalan, Madura dan Asrama Marinir Surabaya," jelas Heru saat Rakor bersama Forkopimda Jatim di Ruang Bina Yudha Makodam V Brawijaya, Selasa (28/12/2021).
Heru mengatakan, bagi PMI yang hendak melakukan isoman, Palang merah Indonesia (PMI) telah menyiapkan 6 hotel dengan kapasitas 530 bed. Kemudian non PMI menyediakan 27 hotel dengan kapasitas 1.299 bed. "Khusus isoman, biaya ditanggung pribadi selama 14 hari, namun tetap di bawah pengawasan Satgas Covid-19," ujarnya.
Menurutnya, Bandara Internasional Juanda dipilih karena 30 persen PMI berasal dari Jatim, Jateng dan NTB. "Diperkirakan ada 300 PMI yang akan datang per harinya," ujarnya.
Baca juga: Tanah Bergerak Hantam Pasean Pamekasan, 47 Jiwa Dievakuasi dan Belasan Bangunan Rusak Berat
Agar penanganan kedatangan PMI berjalan lancar dan aman, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto meminta seluruh pihak bekerja semaksimal mungkin. "Saya harap seluruh pihak bekerja dengan baik untuk mencegah virus varian baru masuk ke Indonesia khususnya Jatim," tuturnya.
Ia menambahkan, pemerintah, TNI dan Polri juga membutuhkan peran serta tenaga kesehatan dalam melayani PMI secara baik dan maksimal. "Dengan demikian, PMI merasa aman dan nyaman ketika melalui beberapa tahapan pemeriksaan hingga masa karantina di Jawa Timur," katanya.
Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menegaskan, bahwa pihaknya telah menyiapkan segala macam kebutuhan menjelang kedatangan para PMI. "Kami sudah susun alur kedatangan PMI mulai pemeriksaan di bandara hingga proses menuju lokasi karantina," jelasnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember
Selain itu, lanjut Nico, Polda Jatim juga menyiapkan pengawalan secara melekat. "Tujuannya mengantisipasi adanya gangguan Kamtibmas saat pelaksanaan pengawalan," pungkasnya.
Sebagai informasi, Penanganan kedatangan para PMI dilakukan berdasarkan Surat Keterangan (SK) Gubernur Jatim nomor 188/256/KPTS/013/2021 tentang Satuan Tugas Pengendalian Perjalanan Internasional di Jawa Timur. (bro)
Editor : Redaksi