Jelang Musim Hujan, Pemkot Surabaya Mulai Bersih-bersih Endapan Lumpur di Box Culvert

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Untuk mengantisipasi penyumbatan air di musim hujan nanti, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai melakukan pengerukan endapan lumpur di saluran box culvert Surabaya Barat. Tepatnya box culvert di depan TPU Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Surabaya.

[irp]

Baca juga: Hadiri Pembukaan Piala Gubernur Jatim Open Woodball 2026, Arumi Bachsin Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi Dunia

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, Erna Purnawati mengatakan, saluran box culvert yang dari Babat Jerawat ke sisi barat memang lebih banyak endapan lumpur. Sebab lumpur dari saluran yang belum selesai bergeser ke sisi timur.

“Jadi, box culvert yang sudah dikonversi itu kan sangat dalam, dan yang belum dikerjakan itu ada sekitar 2 kilometer, sehingga kalau hujan, lumpur yang berasal dari saluran 2 kilometer itu bergeser ke timur, makanya banyak endapan lumpur di Babat Jerawat,” kata Erna, Jumat (3/9/2021).

Baca juga: Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Gubernur Khofifah: Organda Punya Peran Strategis di Balik Angka Ini

Secara teknis, proses pengerukan dilakukan dengan membuka box khusus untuk mobilisasi alat berat. Karena pada saat itu ada alat berat yang dimasukkan ke dalam box culvert. “Setiap 200 meter di konstruksi box culvert itu, ada box yang atasnya bisa dibuka untuk mobilisasi alat berat, di situ kita bisa menurunkan alat berat untuk dimasukkan ke dalam,” tambahnya.

Dia juga memastikan bahwa panjang endapan pada box culvert yang akan dikeruk itu sekitar 700 meter dari Babat Jerawat ke barat. Hasil dari pengerukan itu dibuang ke pembangunan tanggul di Sumberejo. “Dibuang ke tempat terdekat aja, di tanggul Sumberejo,” kata dia.

Baca juga: Pertama di Indonesia, Khofifah Resmikan Karantina Terpadu Jatim: Hub Logistik Penguat Gerbang Baru Nusantara

Erna juga memastikan bahwa kondisi saluran di tempat ini berbeda pada saluran box culvert yang dari sisi Giliraya sampai Tandes. Pada saluran tersebut paling banyak adalah sampah, sehingga Dinas PU Bina Marga dan Pematusan bekerjasama dengan DKRTH untuk membersihkan sampah-sampah itu.

“Biasanya sampah di saluran ini sampai 200 dump truk yang kita angkut,” pungkasnya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru