KLIKJATIM.Com | Surabaya—Pelaksanaan vaksinasi dosis ke-2 bagi pelajar Surabaya di Islamic Center Surabaya diwarnai kericuhan, beberapa orang tua memprotes panitia penyelenggara yang dianggap tidak becus.
[irp]
Kericuhan bermula, ketika sejumlah orang tua wali murid protes dengan pengaturan giliran antrian, mereka yang sudah antri lama, diserobot antrian yang baru. Selain itu vaksinasi pelajar juga menimbulkan kerumunan yang dikawatirkan menyebabkan penularan Covid-19.
Salah satu wali murid, Jeani mengatakan, panitia seharusnya dapat melaksanakan vaksinasi sesuai jam undangan yang diterima oleh para pelajar peserta vaksinasi.
"Panitia pelaksana vaksinasi tidak bisa mengatur dengan baik, sehingga vaksinasi amburadul. Apalagi terjadi kerumunan yang bisa menyebabkan penularan Covid-19," kata Jaeni, Kamis (12/8/2021).
Baca juga: Libur Long Weekend Kenaikan Isa Almasih, Penumpang KA di Jember Tembus 54 Ribu Orang
Ia juga mengaku kesal karena pelaksanaan vaksinasi molor dari jam yang sudah di jadwalkan.
"Tadi saya disini sejak jam 7 pagi, tapi sampai saat ini belum bisa masuk menerima vaksinasi bagi anak saya," tambahnya.
Hal senada diutarakan Denis salah satu wali murid yang mengungkapkan, bahwa vaksinasi kali ini menimbulkan kerumunan yang sangat berbahaya. "Coba lihat mas kerumunan itu, sangat bahaya terjadi penularan Covid-19," ungkapnya
Baca juga: Kabar Gembira! Polteknaker Perpanjang Pendaftaran SBP 2026 Hingga 27 Mei
Sementara itu, Supomo selaku Kepala Dinas Pendidikan Surabaya meminta maaf atas membludaknya peserta vaksinasi di Islamic Center Surabaya.
"Pemkot akan melakukan evaluasi setiap penyelenggaraan vaksinasi yang diadakan di surabaya. Termasuk vaksinasi pelajar yang dilaksanakan pada hari ini," pungkasnya.(mkr)
Editor : Redaksi