KLIKJATIM.Com I Surabaya - Pandemi Corona telah membatasi mobilitas warga. Padahal dapur harus mengepul dan kebutuhan rumah tangga bisa diterpenuhi. "Ini awal mula kami membentuk komunitas berbasis grup whatsapp," kata Yuyun Dwi Wahyuni (49) pendiri Lampak Simbar.
[irp]Penamaan Lapak Simbar lantaran anggotanya sebagian besar warga Simomulyo Baru Surabaya. Lapak ini merangkul beberapa pedagang baik kuliner, sembako, alat rumah tangga dan beberapa pedagang lain di wilayah kelurahan Simomulyo Baru Surabaya. "Kami bisa hidup karena adanya jasa antar gratis," katanya.
Baca juga: Penuhi Kebutuhan Oksigen Saat Lonjakan Covid, PT PJB Siap Bantu Pasokan
Diakuinya, keunggulan dari lapak simbar ini adalah biaya ongkir yang minim. Bila dibanding dengan aplikasi mainstream seperti Gofood dan Grabfood. Lapak ini juga memberi peluang berwirausaha di era digital. Berdagang tanpa harus memiliki toko fisik dan berbelanja tanpa harus keluar rumah.
"Saya sendiri disini berdagang alat alat rumah tangga yang sebagian besar produk impor, tidak jarang juga saya menawarkan kue atau buah - buahan", kata Yuyun selaku ketua admin grup Lapak Simbar.
Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya anggota grup, timbul ide ide dan keluhan yang datang dari beberapa pedagang maupun pembeli yang saat ini sudah mencakup 3 kelurahan di Surabaya yakni kelurahan Simomulyo Baru, kelurahan Sukomanunggal dan kelurahan Dukuh Kupang.
Gerak cepat Yuyun menanggapi keluhan dengan membentuk admin yang diambil dari sebagian anggota untuk bermusyawarah , membuahkan kesepakatan dengan meniadakan ongkos kirim . Hingga menjadi motto grup yang saat ini mempunyai ratusan anggota yakni "Jangan Ada Ongkir Diantara Kita".
Beberapa pedagang merasa sangat diuntungkan dengan adanya grup Lapak Simbar ini. Hal tersebut diuangkapkan Yanti warga Simo Tambaan selaku pedagang sembako. Adapun pedagang yang tidak mampu memperpanjang sewa ditengah pandemi covid 19 akhirnya bisa tersenyum lebar setelah menjadi anggota Lapak Simbar.
"Alhamdulillah tanpa sewa tempat saya sangat terbantu dengan adanya grup lapak simbar", kata Wahyu Agustina warga Simo Pomahan.
Hal serupa diucapkan salah satu anggota, yang juga warga Somohilir Ratri. Dirinya kini tak perlu keliling untuk menjajalan barang dagangannya. , "Membantu sekali jad kita tidak perlu keliling untuk berjualan, tidak perlu repot promosi kesana kesini cukup share dagangan di grup Lapak Simbar", kata Ratri .
Imbas covid 19 juga berdampak pada tenaga pendidik. Namun setelah bergabung di grup Lapak Simbar, Irma warga Dukuh Kupang sudah mendapat manfaatnya. "Baru saja merintis usaha bimbingan belajar dan les privat dirumah juga nyambi berdagang kuliner untuk tambahan beli susunya anak - anak", tegasnya.
Dampak positif yang dirasakan beberapa anggota adalah bertambahnya teman dan ilmu berdagang. Hal ini di lontarkan senada oleh Yuli, Eni dan Lala selaku pedagang kuliner warga Simomulyo Baru.
Banyak konsumen yang merasa puas dengan pelayanan anggota Lapak Simbar. "Saya suka membeli barang yang tidak ada ditoko - toko sekitar, tapi di Lapak Simbar tersedia", ungkap Qona'ah warga Simohilir.
Diakui Yuyun, anggota dikenakan iuran Rp.5000 perbulan. Namun iauran tersebut masuk dalam uang kas. "misalnya ada anggota kami yang sedang kesusahan kami bisa gunakan uang kas atas kesepakatan bersama", ujar Yuyun
Tidak sampai disitu, grup Lapak Simbar juga sering melakukan kegiatan soasial berbagi ke warga sekitar yang kurang mampu. "Terhitung sudah 6 kali kegiatan serupa yang sudah kami gelar", kata admin Lapak Simbar.
Semoga grup Lapak Simbar bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi seluruh masyarakat di era digital ini. Dan semoga dengan sistem Delivery Order juga mampu memperkecil penyebaran Covid 19. (Pay )
Editor : Redaksi