KLIKJATIM.Com | Gresik - Anggota Komisi VII DPR RI menegaskan,hingga kini pembangunan perusahaan pemurnian emas dan tembaga PT Freeport Smelter masih tetap dilakukan di Kabupaten Gresik. Sebab, belum ada pembicaraan lain terkait relokasi smelter. Bahkan, pembangunan smelter di Kawasan Java Integrated Industry Port Eastate (JIIPE) Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik masih berlangsung.
[irp]
Baca juga: Tuntut Transparansi UKT, Ratusan Mahasiswa Geruduk Rektorat Universitas Jember
Menurut Anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam, rencana pembangunan Smelter di Gresik sudah cukup lama. Bahkan proses pembangunan sudah dilakukan. Meski, sampai saat ini tersendat karena persoalan ekonomi akibat pandemi corona.
Keterlambatan proyek tersebut, tambahnya, muncul upaya dari sejumlah orang berusaha menggeser dan memindah pembangunan smelter ke wilayah Halmahera, Maluku Utara. “Salah satu pembicaraan dengan Bupati Gresik adalah mempertahankan proyek tersebut. Karena keberadaan Smelter di Gresik mampu menyerap 10 ribu tenaga kerja,”ujar anggota Komisi VII DPR RI itu usai silaturahmi kepada wartawan.
Baca juga: Wujudkan Asta Cita, Bojonegoro Masuk Daftar 15 Kabupaten Berkinerja Terbaik Nasional
Mantan Ketua DPW Partai Golkar Jatim menambahkan, pihaknya terus berupaya mempertahankan pembangunam Smelter di Gresik karena memiliki dampak positif luar biasa bagi Gresik dan Jawa Timur. Multiplier Effect dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. “Semuanya akan berdampak pada masyarakat Gresik dan sekitarnya,” katanya.
Sampai saat ini, komisinya terus memperjuangan persoalan itu. Meski harus melawan tokoh yang berniat memindahkan ke tempat lain. “Saya sudah bertemu langsung dengan pihak Freeport agar tetap mempertahankan di Gresik. Karena itu telah dirintas lama sejak saya menjadi Ketua DPRD Jatim periode 2004 – 2009,”ungkapnya.
Baca juga: Nekat Akhiri Hidup, Remaja Jember Ditemukan Meninggal Dunia di Belakang Ponpes
Ridwan Hisjam optimistis pembangunan smelter tetap di Gresik. “Selama belum di kedok, masih ada kesempatan memperjuangan hal itu. Di Gresik sendiri lahannya sudah siap, semua draf kerja juga berjalan. Sementara di daerah lain belum ada apa-apa,”katanya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kedatangan tokoh Partai Golkar bertujuan mendukung semua program pemerintah kabupaten Gresik. Terkait Smelter, tambah Gus Yani-panggilan-Bupati Fandi Akhmad Yani, pihaknya telah meminta dukungan semua pihak. Mulai dari Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, DPR RI supaya Smelter tetap dibangun di Gresik. “Karena harapan kami ada manfaat bagi masyarakat,”kata Bupati Gresik. (ris)
Editor : Abdul Aziz Qomar