Tubuhnya Penuh Luka, ART Korban Kekerasan Majikan di Surabaya Terpaksa Dilarikan ke RS Bhayangkara

klikjatim.com
EAS, seorang asisten rumah tangga yang menjadi korban kekerasan sang majikan. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kondisi tubuh Asisten Rumah Tangga (ART), berinisial EAS yang merupakan korban kekerasan fisik oleh sang majikan belum benar-benar membaik. Sehingga perempuan berusia 45 tahun tersebut perlu mendapatkan perawatan di Rumah Sakit.

[irp]

Baca juga: Hadiri Pembukaan Piala Gubernur Jatim Open Woodball 2026, Arumi Bachsin Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi Dunia

Sebab di sekujur tubuh EAS juga terlihat masih penuh luka. Mulai di punggung, pergelangan tangan dan kaki.

Kepala UPT Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Surabaya, Sugianto mengatakan, sejak semalam korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Korban ART berinisial EAS, sejak semalam dirawat di RS Bhayangkara. Mulai masuk jam 21.00 WIB. Setelah sehat dari RS Bhayangkara, korban akan dirawat di panti milik Provinsi Jatim beserta anak korban," kata Sugianto, Minggu (9/5/2021).

Baca juga: Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Gubernur Khofifah: Organda Punya Peran Strategis di Balik Angka Ini

Secara umum, kondisi korban sudah cukup sehat. Hanya butuh sedikit perawatan saja.

Dia pun menegaskan, bahwa korban juga tidak ada indikasi gangguan kejiwaan seperti yang dilaporkan. "Korban tidak mengalami ganguan jiwa, korban adalah normal bisa ditanya lancar," terangnya.

Menurutnya, saat korban diantarkan sang majikan ke Liponsos memang ada beberapa luka lebam di bagian tubuhnya. "Diantarnya ke sini. Katanya orang terlantar. Pas dicek, di tubuhnya banyak luka lebam. Terus kita lakukan perawatan. Alhamdulillah sekarang mulai membaik, sehat kembali. Sudah bisa berjalan juga," jelasnya.

Baca juga: Pertama di Indonesia, Khofifah Resmikan Karantina Terpadu Jatim: Hub Logistik Penguat Gerbang Baru Nusantara

Selain dianiaya, dari pengakuan EAS juga diperlakukan tidak manusiawi oleh sang majikan. Yaitu dengan diberi makan kotoran kucing.

"Kalau dari keterangan yang bersangkutan seperti itu (tidak manusiawi, red)," pungkasnya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru