Tegas, Forkopimda Lamongan Langsung Karantina 23 Pekerja Migran yang Baru Saja Tiba

Reporter : Abdul Aziz Qomar

KLIKJATIM.Com | Lamongan--Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kabupaten Lamongan, Jawa Timur bertindak tegas dan ketat terhadap para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lamongan yang tiba, Minggu (2/5/2021) dini hari.

[irp]

Baca juga: Semarak HUT Ke-81 RI, Icon Mall Gresik Tebar Diskon dan Penawaran Spesial Hingga Akhir Agustus

TNI - Polri bersama Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 langsung membawa sebanyak 23 PMI yang datang bergelombang ke Rusunawa di jalan Veteran untuk menjalani karantina.

Puluhan PMI asal Lamongan itu pulang dari Malaysia dan Singapore dan tidak bisa langsung bertemu keluarga di rumah yang sudah menunggu. Meski saat tiba di Bandara Juanda Surabaya, puluhan PMI itu sudah menjalani tes PCR di diinapkan di Asrama Haji Sukolilo selama dua hari, begitu pulang ke Lamongan dikarantina lagi.

"Semalam kami kawal dan sudah dilakukan langkah antisipasi dengan disemprot disinfektan serta tes kesehatan," kata Dandim 0812 Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono disela kegiatan, hingga dini hari tadi.

Ditambahkan, meski sebelumnya sudah ada tes PCR saat tiba di Surabaya, Pemkab Lamongan tidak ingin kecolongan ada penularan sepertinya di India. Bukan berarti kedatangan PMI ini ditelantarkan, namun untuk sementara harus mentaati prosedur yang diberlakukan di Lamongan, yakni harus menjalani karantina dan pemeriksaan kesehatannya untuk beberapa hari.

"Tempat karantina di Rusunawa, nyaman dan bersih. Kita sediakan sejak awal menjelang kepulangan saudara kita (PMI, red), " katanya. Para PMI ini datang dua gelombang, pertama sebanyak 7 orang disusul gelombang kedua sebanyak 16 orang PMI.

Baca juga: Gelorakan Nasionalisme dan Konservasi, Gubernur Khofifah Lepas Ekspedisi 81 Pembentangan Merah Putih di Gunung Arjuno

"Dibawa minibus, langsung masuk karantina dengan menumpang," kata Sidik.

Begitu tiba, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lamongan, langsung melaksanakan langkah pengetatan dan antisipasi. Tiba di Lamongan langsung disemprot disinfektan dan cek kesehatan serta suhu tubuhnya.

Para pekerja migran tersebut berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Lamongan seperti kecamatan Solokuro, Glagah, Laren, dan Kecamatan Brondong. Satu diantara PMI, asal Kecamatan Solokuro, Abdul Hamid bin Yusuf (69), mengungkapkan, ia sudah 7 tahun bekerja di Malaysia.

Dan merasa sedikit canggung saat tiba di Lamongan yang masih harus menjalani karantina lagi sebelum pulang tiba di rumah."Mau bagaimana lagi, demi pulang ke Indonesia dan bertemu keluarga. Saya harus patuhi ini semua,” kata Hamid, Minggu (2/5/2021).

Baca juga: Pascagempa M7,7 Flores: Pasokan Listrik Utama PLN Pulih 100 Persen, Fokus Perbaiki Jaringan Distribusi ke Warga

Perlu diketahui, sikap tegas Forkopimda bersama Tim Gugus Tugas Penanganan Covid -19, sesuai arahan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi dan Tim gugus tugas penanganan Covid- 19 di kabupaten Lamongan, tanpa kecuali, semua PMI asal Lamongan harus dikarantina terlebih dahulu di Rusunawa ASN sebelum pulang untuk mencegah klaster baru.

Para PMI ini baru diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah menjalani karantina selama tiga hari. Itupun masih harus menjalani tes lagi, yakni swab antigen. Jika hasilnya negatif, mereka diperbolehkan pulang, dan sebaliknya. (*)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru