Meski Belum Ada Larangan Mudik, Terminal Bungurasih Sudah Sepi Penumpang

klikjatim.com
Kepala Unit Terminal Purabaya Bugurasih, Imam Hidayat.

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Terminal Purabaya di Bungurasih, Kabupaten Sidoarjo saat ini masih tetap beroperasi, termasuk saat pelarangan mudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang.

[irp]

Baca juga: Buka Kantor Baru dan Siapkan Kejutan Kader Anyar, DPD PSI Jember Tegaskan Dukungan Penuh untuk Gus Fawait

Kepala Unit Terminal Purabaya Imam Hidayat mengungkapkan, hal itu dilakukan sebab hingga saat ini memang belum ada aturan terkait operasional terminal.

"Kita nunggu aturan dan intruksi dari pimpinan. Belum, belum ada (aturan penutupan terminal). Kalau sudah ada (tutup) saya informasikan ke PO-PO," ungkap Imam, Kamis (29/4/2021).

Ia menjelaskan, hingga memasuki puasa hari ke-15 ini, terminal Purabaya juga masih sepi dari para pemudik. "Biasanya terminal sudah ramai mas. Nggak kayak gini, sudah kayak pasar lah biasanya," jelas dia.

Baca juga: Dari Ekonomi hingga Literasi, Patra Logistik dan Universitas Airlangga Kolaborasi Jalankan Program TJSL di Surabaya

Sejauh ini, lanjut dia, perusahaan bus sudah mengalami kerugian yang cukup signifikan hingga mencapai 90 persen. Sehingga kebijakan atas penyekatan di 20 titik di Jatim dinilai akan terus merugikan perusahan bus.

Junaidi, seorang kru bus di Terminal Bungurasih mengatakan, penumpang bus semenjak ada larangan mudik merosot drastis. Menurut dia, para penumpang takut lantaran ada penyekatan di beberapa titik.

"Semenjak adanya penyekatan ini penumpang juga menurun drastis, kalau dulu dapat dua ribu, sekarang dapat seribu itu sudah bagus. Masyarakat itu banyak yang takut," ungkap Junaidi Kru PO Bus Mira trayek Surabaya-Jogjakarta.

Baca juga: Gubernur Khofifah Sampaikan Nota Penjelasan Dua Raperda Strategis di DPRD Jatim

Sementara itu, Agus perwakilan PO Kalisari menyebut, adanya kebijakkan penyekatan sangat membuat bus terus merugi. Saat ini misalnya, bus jurusan malang itu hanya mampu membawa jumlah penumpang tiga hingga lima orang saja.

"Itu pun kami harus menunggu antara 30 sampai 60 menit. Bahkan sehari kadang hanya bisa membawa Rp 60 ribu, itu kita mau makan apa," tandasnya. (mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru