Khawatir Bawa Virus Varian Baru, Pekerja Migran Jadi Sorotan Forkopimda Jatim

klikjatim.com
Khawatir Bawa Virus Varian Baru, Pekerja Migran Jadi Sorotan Forkopimda Jatim. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kedatangan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Provinsi Jatim mendapat perhatian khusus dari jajaran Forkopimda Jatim. Pasalnya, para pekerja migran tersebut disinyalir membawa virus corona varian baru.

[irp]

Baca juga: Hadiri Pembukaan Piala Gubernur Jatim Open Woodball 2026, Arumi Bachsin Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi Dunia

Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto menyebutkan, belakangan ini cukup banyak para pekerja migran yang datang ke wilayah Jatim. Dia mencatat dalam satu bulan bisa sekitar 700 pekerja. Khusus pada pekan lalu hampir mencapai 2 ribu pekerja.

"Ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Apalagi para PMI ini disinyalir membawa virus-virus varian baru, membawa virus yang belum terdeteksi," ujar Mayjend TNI Suharyanto saat Apel Kesiapan Larangan Mudik 2021 di Mapolda Jatim, Senin (26/4/2021) pagi.

Baca juga: Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Gubernur Khofifah: Organda Punya Peran Strategis di Balik Angka Ini

Contohnya di India telah terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang luar biasa. Menurut dia, kondisi tersebut karena sejumlah faktor. Di antaranya abai dengan penerapan protokol kesehatan (prokes), adanya virus varian baru, dan juga vaksinasi yang belum merata.

"Tiga hal itulah di antaranya yang mengakibatkan kasus-kasus covid di dunia, di luar Indonesia meningkat hampir bersamaan di akhir-akhir atau di awal-awal April ini. Untuk Indonesia, alhamdulillah kondisinya masih lebih baik," ujarnya.

Baca juga: Pertama di Indonesia, Khofifah Resmikan Karantina Terpadu Jatim: Hub Logistik Penguat Gerbang Baru Nusantara

Sejak diberlakukannya PPKM pada akhir 2020 lalu hingga PPKM Mikro Jilid V, kondisi sebaran kasus Covid-19 di Jatim secara umum dapat dikendalikan. Hal itu terbukti dari peningkatan angka positif harian Jatim. Tidak pernah menembus hingga angka 350 kasus.

"Jawa Timur tidak pernah lagi menembus angka 350 (kasus). Jadi antara 200 sampai 350. Kondisi ini tentu saja harus dipertahankan," tandasnya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru