Menggemparkan, Jenazah Diduga Covid-19 Dimakamkan di Makam Umum Sukolilo Baru

klikjatim.com
Suasana pemakaman jenazah yang diduga Covid-19.

KLIKJATIM.Com | Surabaya -  Jenazah diduga korban Covid-19 yang dimakamkan di TPU Sukolilo Baru menggemparkan Warga Kelurahan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya.

[irp]

Baca juga: Ribuan Mangrove Kembali Menghijaukan Pesisir Romokalisari, Total 7.000 Bibit Tertanam di Surabaya dan Gresik

Berawal dari sebuah mobil ambulance jenazah yang datang ke pemakaman, pada Rabu (21/4/2021) malam, dilokasi nampak para petugas pembawa jenazah lengkap dengan pakaian APD terlihat sedang memakamkan jenazah di TPU tersebut.

Ketua RW 3 kelurahan Sukolilo Baru Hamidi membenarkan jika terdapat jenazah yang dimakamkan pada Rabu (21/4/2021) malam. Namun, ia mengatakan bahwa jenazah tersebut bukan korban Covid-19.

"Saya dilapori itu sama RT nya, kalau saya pada waktu itu traweh pak, saya tidak tau. Dimakamkan itu sekitar setengah 10 itu hanya pihak keluarga saja, dan yang nyolati hanya pihak keluarg saja," ujar Hamidi saat dihubungi.

Hamidi menambahkan, sesuai aturan pemakaman jenazah tersebut menurutnya harus sesuai dengan protokol kesehatan. Seperti halnya perlakuan jenazah yang biasa dilakukan kepada korban Covid-19.

"Jadi memang aturannya seperti itu, jadi warga (maupun) nelayan nggak boleh. Kan juga nggak disiarkan itu dimasjid atau mushola nggak disiarkan," katanya.

Baca juga: Jangkau Wilayah Pelosok, Patra Logistik Salurkan 12,28 Juta Liter BBM Strategis di Sulawesi

Hamidi juga mengatakan, jenazah tersebut bernama Amirul Mukminin warga setempat yang sudah sejak awal Ramadhan masuk rumah sakit akibat sesak nafas yang dideritanya.

"Hari Ramadhan pertama, itu sudah dimasukkan. Mungkin karena si tuan rumah ini (jenazah) ini punya sesak, jadi saya kurang tau kemungkinan besar sesaknya itu tidak bisa ditolong lagi," tandasnya.

Sementara Bhabinsa Sukolilo Baru Kriswara saat dihubungi juga mengaku tidak tau soal pemakaman yang dinilai warga sebagai jenazah Covid-19 di TPU Sukolilo Baru.

Baca juga: Dukung Sertifikasi ESG BUMD, Bupati Yes Uji Disertasi Doktor Kabid Bapperida Lamongan di UB

"Kalau ada warga wilayah binaan saya meninggal ijin baik yg terpapar covid ataupun tidak pasti ngabari saya, Karena saya selaku pemangku wilayah kelurahan (Bhabinkamtibmas) Polsek kenjeran," ujarnya

Kriswara menilai, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk menjawab kabar tersebut. Bahkan, pertanyaan yang diajukan dinilai salah olehnya "Njenengan tanya ke saya ya salah lho, Saya hanya selaku pemangku wilayah kelurahan," pungkasnya. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru