KLIKJATIM.Com | Gresik—Dualisme kepengurusan perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) berimbas di Kabupaten Gresik. Ada anggota PSHT yang mengatasnamakan sebagai pengurus cabang di Kabupaten Gresik dengan memasukkan surat ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).
[irp]
Namun, masuknya surat kepengurusan baru PSHT Cabang Kabupaten Gresik itu diprotes. Anggota PSHT mulai dari tingkat rayon (desa), ranting (kecamatan) hingga kabupaten meluruk kantor Bakesbangpol Gresik, Rabu (25/11/2020). Sebab, masuknya surat yang mengatasnamakan diri sebagai pengurus baru PSHT Cabang Kabupaten Gresik itu telah meniadakan atau menganggap tidak sah pengurus cabang hingga rayon saat ini.
"Dengan logo dan merek yang sama, kita dianggap tidak sah, kita sudah berdiri sejak tahun 1983 kita tidak dianggap, menganggap kepengurusan dia yang sah," kata Koordinator aksi, Mujiono bersama ribuan anggota PSHT lainnya saat berorasi di depan kantor Bupati Gresik.
Tuntutan massa PSHT itu pun mendapat tanggapan cepat Bakesbangpol Kabupaten Gresik. Kepala Bakesbangpol Gresik Darman langsung menarik surat tanda terima berkas kepengurusan PSHT Cabang Gresik yang diusulkan. Surat penarikan juga dibacakan langsung dihadapan massa aksi.
Baca juga: UMKM Rumahan Jember Sukses Pasarkan Kombucha, Raup Omzet Jutaan dari Tren Minuman Sehat
"Tadi sudah kami bacakan surat yang dituntut oleh aksi massa, dan berkas surat akan dikembalikan," katanya.
Darman mengungkapkan, saat ini pihaknya belum bisa mengambil keputusan pihak mana yang akan diakui oleh Bakesbangpol. Sebab, dalam dualisme PSHT perkaranya saat ini masih dalam proses hukum di Mahkamah Agung (MA).
Baca juga: Bojonegoro Naik Kelas, Beras Premium Rojo Nogo Siap Tembus Pasar Nasional
"Dan kita juga belum tahu hasil dari konflik internal dualisme PSHT pusat itu seperti apa," tutup dia.
Diberitakan sebelumnya, ribuan anggota PSHT Kabupaten Gresik meluruk kantor Bupati Gresik. Mereka berkonvoi mengendarai motor sambil membawa atribut bendera kebesaran PSHT. Sebanyak 500 personel kepolisian menjaga aksi ketat yang berjalan aman dan tertib. Usai mendapat jawaban dari Bakesbangpol, massa kemudian membubarkan diri. (mkr)
Editor : Redaksi