AKR Optimis Bisa Meraih Laba 15-20 Persen

Reporter : Tsabit Mantovani - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Jakarta – Di tengah pandemi Covid-19, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) optimis bisa mencapai pertumbuhan laba 15-20% tahun ini. Hal ini didukung oleh penjualan ritel dan pengembangan bisnis melalui perusahaan patungan.

Direktur AKR Corporindo, Suresh Vembu mengatakan, pada semester I-2020, perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham sebesar Rp 432 miliar atau meningkat 25% dari Rp 391 miliar pada semester I-2019. Perolehan laba bersih ini ditopang oleh pendapatan perseroan yang mencapai Rp 10 triliun atau meningkat dibandingkan semester I-2019 yang mencapai Rp 9,71 triliun.

“Pendapatan meningkat karena perseroan mendistribusikan produk yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas dia dalam acara Samuel Sekuritas, AKRA 2020 Company Update and Outlook, Kamis (6/8/2020).

BACA JUGA :  Hingga Oktober 2019, Penjualan Semen di Pasar Domestik Melambat

Sejauh ini, AKR menjalankan bisnis perdagangan dan distribusi untuk petroleum dan produk berbahan kimia. Bisnis perdagangan dan distribusi tersebut mencatat pendapatan sebesar Rp 9,17 triliun. Kemudian, perseroan juga memiliki layanan logistik yang membukukan pendapatan sebesar Rp 410 miliar, manufaktur sebesar Rp 180 miliar dan kawasan industri Rp 240 miliar. Pada semester II-2020 ini, perseroan akan terus mengembangkan bisnis yang sudah dijalankan. Misalnya, untuk distribusi petroleum, perseroan mulai memasarkan biodiesel (B30).

Hal ini seiring dengan bertambahnya alokasi fatty acid methyl ester (FAME) untuk biodiesel sebesar 45% menjadi 725 ribu kl. Selanjutnya, perseroan juga mulai memasarkan petroleum untuk segmen ritel melalui kerjasama dengan BP. Suresh mengungkapkan, melalui kerjasama dengan BP, perseroan sudah membangun 15 SPBU di Jakarta dan sekitarnya, Surabaya serta di beberapa rest area. Sementara AKR sudah memiliki 137 SPBU.

“Kami akan bangun lagi sekitar 20 SPBU di bawah bendera BP tahun ini. Kami juga akan bekerjasama dengan Alfamart dan beberapa kedai kopi untuk menunjang pendapatan di luar petroleum,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Ernawati Belum Stabil, Kondisi Pasien Ada Infeksi dan Kemungkinan Bisa Komplikasi

Ditambahkan, perseroan juga menjalankan kerjasama di bidang pelumas dan penerbangan dengan BP di bawah nama PT Dirgantara Petroindo Raya dan PT Anugerah Lubrindo Raya. Perusahaan penerbangan tersebut sudah beroperasi sejak 2019 dengan memfokuskan usaha pada wilayah Indonesia Timur. Sedangkan, Anugerah Lubrindo Jaya mendistribusikan petroleum ke perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, industri dan kelautan.

Kemudian, perseroan juga mulai mengembangkan bisnis kawasan industri di bawah nama JIIPE. Kawasan industri ini berlokasi di Gresik dengan luas 3.000 ha. Sejauh ini, sudah ada beberapa perusahaan yang menjadi penghuni kawasan industri tersebut seperti PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Nippon Sari Corpindo Tbk (ROTI), PT Freeport Indonesia dan perusahaan lainnya. Menurut Suresh, Freeport Indonesia akan menyewa sekitar 103 ha dan membayar sekitar US$ 7,7 juta. (hen)