Akadnya Sewa, Oknum Polisi di Gresik Malah Gadaikan Mobil Milik Warga

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Kelurga korban usai melaporkan kasus penggelapan mobil ke Mapolres Gresik. (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Aunur Rahim (29), warga Perumahan Permata Graha Agung RT 003 RW 008, Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, terpaksa melaporkan oknum anggota polisi bernama Nasuha ke Polres Gresik atas kasus dugaan penggelapan. Pasalnya, oknum polisi yang juga dinas di Polres Gresik berpangkat brigadir tersebut diduga menggelapkan mobil pihak pelapor jenis Toyota Avanza nopol W 1248 AF sejak 15 Februari 2021 lalu.

BACA JUGA :  Tabungan Rp 5,5 Juta Raib, Nasabah BRI yang Kebobolan Bertambah

“Iya mas benar, mobil saya digadaikan sama oknum anggota Polres Gresik (Nasuha) ini hampir dua mingguan,” kata Rahim usai membuat laporan ke Mapolres Gresik, Kamis (25/2/2021) kemarin.

Kronologisnya, semula terlapor datang kepada pelapor untuk menyewa mobil. Rahim pun tidak menaruh curiga sedikit pun kepada terlapor karena sudah kenal lama sejak tahun 2013 silam. Bahkan Nasuha juga sering menyewa mobilnya dan selalu kembali. 

“Tapi kali ini malah gak kembali-kembali,” ujarnya.

Awalnya terlapor mau pakai mobil selama dua hari. Ternyata bohong.

Rahim juga mengungkapkan, bahwa ketika itu Nasuha sempat menghubungi dirinya dan berjanji akan mengembalikan mobil tersebut. Dan lagi-lagi Nasuha mengingkarinya.

Karena kerap dibohongi, Rahim pun mulai bingung. Mobilnya pun tak kunjung dikembalikan. “Pada Minggu (22 Februari 2021) malam, tiba-tiba Nasuha datang ke rumah menyampaikan permohonan maaf dan mengaku telah menggadaikan mobil saya senilai Rp 20 juta. Tapi hingga saat ini Nasuha tak bisa dihubungi,” urainya.

Akibat ulah terlapor ini, Rahim mengaku mengalami kerugian waktu dan materi sebesar Rp 115 juta, plus biaya sewa sekitar Rp 2,8 juta selama hampir dua pekan. “Saya rugi waktu, karena itu mobil adalah satu-satunya mencari nafkah. Saya harap Polres Gresik bisa menangkap anggotanya sendiri, dan mobil saya bisa kembali,” tambah Rahim.

Dikonfirmasi terpisah, Nasuha dihubungi melalui sambungan telepon tidak kunjung menjawab. Melalui pesan singkat yang dikirim juga belum dibaca hingga berita ini diturunkan.

Sementara itu Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan setelah beredar informasi yang dilakukan oleh anggotanya tersebut. “Akan kita tindak tegas anggota yang melakukan tindak pidana, kami akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Kalau memang terbukti akan ditindak mulai dari sanksi kedispilinan dan kode etik polisi,” tegas Kapolres. (nul)