Ada TPQ Fiktif di Jombang Terima Bantuan Covid-19

Reporter : Ratno Dwi Santo - klikjatim.com

Siswa sebuah TPQ yang tengah belajar. IST

KLIKJATIM.Com I Jombang –  Ketidakberesan penyaluran bantuan penanganan Covid-19 untuk TPQ di Jawa Timur semakin terbukti. Setelah di beberapa kota dirungkap adanya modus pengkondisian pembelanjaan alat prokes. Kini di Jombang muncul temuan adanya TPQ fiktif sebagai penerima bantuan. 

BACA JUGA :  Akhirnya Bayi Dua Tahun itu Menyusul Budenya ke Alam Baka

Dilansir dari kabarjombang ada TPQ yang telah non aktif namun mendapat bantuan.Berada di Desa Barongsawahan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang. Nama TPQ-nya, katanya, berinisilal AH dan berlokasi tak jauh dari kediamannya.

TPQ tersebut sudah lama tidak beraktivitas dan tidak ada santrinya. “Sudah lama tidak ada kegiatan mengaji di TPQ tersebut. Mungkin sudah hampir tiga tahunan. Lha ternyata masih dapat bantuan dana,” katanya sumber , Sabtu (22/11/2020).

Disinggung persyaratan administrasi untuk mendapatkan bantuan tersebut, ia mengatakan kurang tahu pasti apakah TPQ tersebut masih terdaftar dalam database Kemenag atau tidak. Hanya saja, ia pernah melihat, jika pernah anak-anak di lingkungannya diajak foto bersama.  “Anak-anak sini disuruh datang ke rumah pemilik TPQ, kemudian difoto. Mungkin itu untuk ngakalinya agar mendapatkan bantuan,” sambungnya.

Ia kembali mengatakan, foto tersebut digunakan untuk apa. Dia juga mengaku heran, masing-masing anak kemudian diberi uang sebesar Rp 5 ribu, setelah foto-foto.  Saya dan masyarakat yang tahu tentang itu ya gedek-gedek, kok bisa-bisanya cari untung dengan mengatasnamakan Al-Qur’an,” ungkapnya heran.

Dari informasi yang dia dapat, pemilik TPQ masih mempunyai sertifikat atau piagam tentang keberadaan TPQ tersebut, dan beranggapan berhak mendapatkan bantuan.   “Mereka beralasan masih berhak menerima bantuan karena masih ada piagam TPQ. Padahal kan TPQ tersebut sudah tidak ada kegiatan mengaji atau belajar mengajar,” terangnya.

Informasi terbaru, lanjut sumber, masyarakat akhir-akhir ini menolak jika anak-anaknya akan difoto lagi, karena sudah tahu maksud terselubung dari kegiatan foto anak-anak mereka. (hen)