Ada Resepsi di Pernikahan Keponakan Bupati Ponorogo, Pemdes Bekare Akui Kecolongan

Reporter : Fauzy Ahmad-klikjatim.com

Screnshoot foto yang diupload ke media sosial dan viral. (Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Postingan acara pernikahan yang dihadiri oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko viral di media sosial (medsos). Sebab dari foto yang diunggah akun instagram @infoponorogo juga menunjukkan ada kerumunan pada acara pernikahan keponakan Bupati Ponorogo tersebut. 

BACA JUGA :  Pemkab Kediri Gandeng Bank Jatim Permudah Pembayaran Melalui e-Chanel

Sontak, unggahan foto yang juga memperlihatkan Bupati Sugiri hadir pada acara ijab kabul tersebut pun dibanjiri ribuan komentar dari netizen. “Arep komen tapi wedi lek ngopiku ora nyaman malian (mau berkomentar tapi takut nanti acara ngopi saya tidak nyaman),” tulis akun @n.koesaenan dalam kolom komentar.

Diketahui dalam postingan akun @infoponorogo itu juga dilengkapi dengan caption, “Ngapunten tanglet tok nggeh, mimin pengen ngertos mawon nopo angsal ndamel acara nikahan sampunan nggeh. Soal e dekwingi dereng angsal, kok wonten acara? Pripun nggeh asline niku? (Mohon maaf tanya saja, admin ingin tahu saja apakah sudah boleh mengadakan acara nikahan. Soalnya kemarin belum boleh. Kok ada acara ini? Sebenarnya seperti apa aslinya)”.

Perlu diketahui juga bahwa saat ini di Kabupaten Ponorogo sedang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Dalam aturan itu disebutkan untuk resepsi atau hajatan pernikahan ditiadakan alias tidak boleh digelar.

Atas kejadian itu, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Bekare, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo mengaku kecolongan terkait adanya resepsi. “Jadi pak Giri (Bupati) hadir hanya waktu ijab ya. Bukan waktu resepsi,” ujar Kepala Desa Bekare, Siswadi kepada klikjatim.com, Rabu (28/7/2021). 

Menurutnya, Bupati Sugiri hadir hanya sekitar 30 menit. Dan memang benar di ruang ijab hanya ada 6 orang. Itu sudah termasuk dengan Bupati Sugiri. 

“Tapi ya namanya manten desa. Orang yang rewang di dapur pengen melihat kehadiran orang nomor satu itu,” ujarnya menduga. 

Setelah ijab, lanjut dia, Bupati Sugiri hanya sambutan sebentar. Kemudian memilih untuk balik kanan alias pulang. 

Namun, tak dipungkirinya bahwa pihak keluarga memang melaksanakan temu manten atau resepsi. Undangan yang ada disebut hanya 25 orang dari pihak mempelai pria dan 15 tamu selingkungan. 

“Ya cuma resepsi itu lo. Marem e wong jowo ditemokne pake kembang mayang (puasnya orang Jawa ditemukan pakai kembang mayang),” bebernya. 

Pemdes sebenarnya sudah tidak mengizinkan gelaran resepsi itu. Karena memang aturannya tidak diperbolehkan. “Tetapi masyarakat kan ya gitu. Sebenarnya proses kok. Jarak duduknya satu meter. Bupati juga cuma saksi waktu ijab, tidak lainnya,” pungkasnya. (nul)