Ada Darah di Mulut, Jenazah Warga Pangkur Ngawi Batal Dikubur

Reporter : Asep Bahar - klikjatim.com

Ilustrasi

KLIKJATIM.Com | Ngawi – Jenazah pria diduga korban pembunuhan batal dikuburkan karena mengeluarkan darah dari mulut dan hidung. Jenazah Didik Sugianto (35), warga Desa/Kecamatan Pangkur itu dibawa ke RSUD dr Soeroto dan adik korban dibawa polisi ke Mapolres Ngawi.

BACA JUGA :  Kegiatan Sekolah Autis GKB Ditolak Warga

“Jadi tadi dini hari saya diberi tahu warga yang memandikan jenazah. Katanya ada darah keluar dari hidung dan mulut. Saya ke lokasi untuk memastikan,” ujar Kepala Desa Pangkur Suhardi.

Karena janggal, prosesi pemakaman pun dihentikan. Dia bersama warga sepakat melaporkan kejanggalan itu ke pihak berwajib. “Awalnya keluarga minta agar terus dimakamkan. Tapi karena curiga, warga menunggu polisi datang. Tetangga juga terkejut,” imbuhnya.

Suhardi mengatakan, kepolisian juga membawa adik kandung Didik berinisial D ke Mapolres Ngawi. Namun Suhadi mengaku tidak mengetahui soal maksud polisi membawa adik korban. Diketahui para tetangga, korban memang sering cek ok dengan adiknya.

BACA JUGA :  Soal Kelanjutan Kompetisi Liga 1 & 2, Suara Klub Pecah

Kapolsek Pangkur, AKP Samuji membenarkan adanya laporan warga tentang mayat yang tak jadi dikubur. Permasalahan tersebut ditangani Polres Ngawi. Sementara jenazah korban dibawa ke RSUD dr Soeroto, Ngawi, untuk diautopsi. Hasil sementara, ada luka yang disebabkan benda tumpul. (bro)