Ada 4 Warganya Positif, Kota Madiun Berubah Zona Kuning

Reporter : Asep Bahar - klikjatim.com

Kegiatan penanganan pasien Covid di rumah sakit.

KLIKJATIM.Com | Madiun – Zona hijau yang sempat didapat Kota Madiun tidak bertahan lama. Kali ini Kota Madiun masuk zona kuning. Itu terjadi setelah ada empat orang warga dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 dalam dua hari berturut-turut.

BACA JUGA :  Danlanal Malang Canangkan Peduli Dampak Covid-19

Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Kota Madiun Noor Aflah mengatakan jika pasutri tersebut tinggal di Kelurahan Kelun Kota Madiun. Pasien no 10 dan 11 ini merupakan suami istri. istri bekerja di Kabupaten Madiun tinggal di Kelurahan Kelun. Sementara suaminya bekerja di Surabaya inisialnya. Saat menjalani tes swab, keduanya hasilnya positif.

“Jadi  selama dua hari berturut-turut Kota Madiun terdapat penambahan empat pasien positif corona. Dengan demikian data terakhir saat ini RS dr Soedono Madiun telah merawat 11 pasien kasus positif covid-19 dan 6 diantaranya sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan jumlah PDP 27 orang, ODP 76 orang, OTG 226 orang dan ODR 1531,” kata Noor Aflah.

BACA JUGA :  Maret, Neraca Perdagangan Jatim Surplus

Wali Kota Madiun, Maidi kepada wartawan menjelaskan, jika kota yang ia pimpin ini terpapar dari wilayah zona merah yang ada di Jatim. Karena itu, ia meyakini sampai saat ini warga lokal belum menjadi episentrum maupun klaster baru.

“Zona kuning? Inikan ada dari Makassar. Dia sakit disini dan ada polisi dari Surabaya pulang kesini. Untuk orang kota ini kan hijau yang kena virus ini ga ada ini, dari luar,” ungkapnya saat di konfirmasi, Selasa (30/6/2020).

Dengan perubahan status ini Walikota Madiun akan memperketat protokol kesehatan. Nantinya setiap orang dari luar kota harus melakukan rapid test hingga isolasi mandiri. “Setiap dari luar sekarang saya ketati orang dari luar saya rapid dan saya isolasi dan harus menjalankan protokol kesehatan yang tidak boleh ditawar lagi. Karena kota ini dari luar merah-merah masuk lah kebetulan sakitnya di Kota Madiun. Orang kota ngga ada,” pungkasnya. (hen)