99 Ribu Batang Rokok Ilegal Senilai Ratusan Juta Rupiah di Tulungagung, Dimusnahkan

Reporter : Iman - klikjatim.com

Kegiatan pemusnahan i 99.056 batang rokok ilegal oleh Bea Cukai KPPBC TMP C Blitar

KLIKJATIM.com | Tulungagung – Selama tahun 2021 ini Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (PPBC TMP) C Blitar bersama dengan Pemkab Tulungagung telah melakukan razia peredaran rokok ilegal di Tulungagung.

[irp]

Hasilnya didapati 99.056 batang rokok ilegal yang masih beredar di pasaran, dimana kerugian negara dengan peredaran rokok ilegal ini sebanyak Rp 137.229.275.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (PPBC TMP) C Blitar, Akhiyat Mujayin usai melaksanakan kegiatan pemusnahan barang bukti di Kantor Bea Cukai Tulugagung bersama dengan Bupati Tulungagung, pada Selasa (07/12/2021).

Akhiyat mengatakan, pemusnahan ini adalah salah satu bukti keseriusan pihaknya bersama dengan Pemkab Tulungagung untuk memerangi peredaran Roko Ilegal di pasaran.

“Ini hasil razia kita bersama Pemkab Tulungagung,untuk memastikan tidak ada rokok ilegal yang beredar di masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya menyebut, ribuan rokok ilegal tersebut beredar di kawasan Tulungagung namun setelah dilakukan pendalaman,rupanya rokok rokok tersebut diproduksi oleh pihak lain yang tidak berada di Tulungagung.

Dengan kondisi ini,Akhiyat menyebut, rokok ilegal yang beredar ini tidak hanya merugikan negara karena tidak membayar pajak, namun juga merugikan pengusaha rokok di Tulungagung.

Sebab pasar mereka sudah diisi oleh rokok rokok ilegal yang pastinya dijual dengan harga lebih murah.

“Ini juga merugikan karena pasar pengusaha Tulungagung menjadi berkurang dengan adanya peredarana rokok rokok ini, jadi merugikan pengusaha juga,”jelasnya.

Sementara itu, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo yang mengikuti kegiatan pemusnahan ini mendukung langkah Bea Cukai untuk menekan peredaran rokok ilegal di Tulungagung.

Sebab menurutnya, peredaran rokok ilegal yang merugikan negara secara langsung ini, otomatis juga akan merugikan masyarakat.

“Jangan sampai negara merugi, karena nanti berimbas pada rakyatnya juga,” pungkas Bupati. (rtn)