85% Kebakaran di Tulungagung Dipicu Korsleting Listrik

Reporter : Iman - klikjatim.com

Petuhas damkar saat memadamkan api di salahsatu kebakaran yang terjadi di Kota Tulungagung

Jumlah tersebut meningkat lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Kabid Damkar Satpol PP Tulungagung, Gatot Sunu mengatakan, pada periode yang sama di tahun sebelumnya kasus kebakaran di Tulungagung sebanyak 15 kasus.

“Data di kita ada 20 kasus kebakaran, dari Januari sampai Mei,” ujarnya.

Gatot mengakui, peningkatan jumlah kasus ini tidak ada kaitannya dengan perubahan cuaca maupun musim,namun lebih kepada perilaku manusia yang kurang berhati hati.

Pihaknya menyebut, 85% penyebab kebakaran akibat hubungan pendek arus listrik, yang kemudian menimbulkan percikan dan merembat ke benda benda lain yang mudah terbakar.

“Ya 85% nya lah karena arus pendek, sisanya karena keteledoran membakar sampah dan penyebab lain,” jelasnya.

Gatot menyebut, skala kebakaran yang dihadapi pihaknya juga beragam, mulai dari skala kecil yakni tabung gas bocor hingga kebakaran pasar yang terjadi pada bulan Maret 2021 yang lalu.

“Yang skala besar ya salah satunya kebakaran di pasar campurdarat Tulungagung pada pertengahan bula Maret lalu,” lanjut Gatot.

Kedepannya, Gatot berharap masyarakat sudah memiliki kiat untuk memproteksi terjadinya kebakaran dengan meminimalkan potensi kebakaran, seperti lebih waspada dalam memeriksa instalasai listrik,kemudian mencabut alat elektronik yang tidak terpakai.

“Memiliki APAR itu lebih baik, tapi kalau belum memiliki bisa dengan jalan meminimalkan potensi kebakaran di sekitar,” pungkasnya. (bro)