7 Tahun Menanti, Presiden Akhirnya Resmikan Merger Pelindo di Labuan Bajo NTT

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Labuan BajoPresiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan penggabungan empat perusahaan Pelindo akan memperkuat BUMN sektor pelabuhan itu sehingga pelayanan logistik akan semakin baik, murah, cepat dan selanjutnya akan meningkatkan daya saing Indonesia.

BACA JUGA :  Polres Gresik Dapatkan Pin Emas Kapolri, Keamanan Kota Pudak Diprioritaskan

“Apa yang ingin kita harapkan dari sini, yang pertama, biaya logistik kita bisa bersaing dengan negara-negara lain, artinya daya saing kita, competitiveness kita bisa lebih baik,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo di Manggarai Barat, NTT, Kamis.

Jokowi mengatakan bahwa ia telah menunggu selama 7 tahun realisasi bergabungnya PT Pelindo I-IV.

“Tujuh tahun yang lalu sudah saya perintahkan saat itu ke Menteri BUMN, ke seluruh Direktur Utama Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, Pelindo IV untuk segera mengholdingkan Pelindo ini. Saya tunggu-tunggu 7 tahun nggak terealisasi,” ujarnya.

“Hari ini Alhamdulillah tadi sudah disampaikan oleh Dirut Pelindo Pak Arif sudah terjadi Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, Pelindo IV menjadi PT Pelindo atau PT Pelabuhan Indonesia,” tutur Jokowi.

Presiden mengapresiasi Menteri BUMN Erick Thohir dan jajaran BUMN karena telah merealisasikan penggabungan ini. Dari hasil aksi korporasi ini, BUMN Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar kedelapan di dunia dengan total arus peti kemas atau throughput sebanyak 16,7 juta TEUS (twenty foot equivalent units).

Sebelum meresmikan merger PT Pelindo, Presiden Joko Widodo tiba di Terminal Multipurpose Wae Kelambu, Tanah Naga Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo menuju tempat aktivitas bongkar muatan kapal dengan menggunakan golf cart.

Saat meninjau, Presiden memperhatikan proses bongkar muatan tersebut. Presiden juga berbincang dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat, dan Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono.

Selesai meninjau, Presiden dan Ibu Iriana menuju acara utama, yaitu peresmian penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu.

Turut hadir mendampingi saat peninjauan antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi. (ris)