6 Poin dalam Operasi Patuh Semeru 2021 di Bojonegoro, Begini Isinya

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Apel Operasi Patuh Semeru 2021 di Polres Bojonegoro. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Wakapolres Bojonegoro, Kompol Muh Wahyudin Latif memimpin apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Patuh Semeru 2021 di halaman Mapolres Bojonegoro. Dimulainya operasi ini ditandai dengan penyematan pita oleh Wakpolres Bojonegoro kepada perwakilan peserta dari personel Satlantas, Kodim 0813/Bojonegoro dan Dishub, Senin (20/9/2021).

[irp]

Sambutan Kapolda Jatim dalam apel gelar pasukan Operasi Patuh Semeru 2021, yang dibacakan oleh Wakapolres Kompol Muh Wahyudin Latif bahwa kegiatan operasi pada tahun 2021 ini tidak jauh berbeda dengan pelaksaanan 2020 kemarin. Yaitu karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, sehingga fokus pelaksanaan operasi ini lebih mengedepankan kegiatan bersifat pre-emtif dan preventif.

“Operasi ini terutama dalam rangka sosialisasi kepatuhan protokol kesehatan kepada masyarakat, selain juga memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.

Operasi Patuh Semeru 2021 akan dilaksanakan selama 14 hari dari tanggal 20 September sampai 3 Oktober 2021. Prioritas kegiatan simpatik dan edukasi protokol kesehatan (prokes), serta Keamanan, Ketertiban dan Kelancaran Arus Lalu Lintas (Kamtibcarlantas).

Dalam kegiatan apel ini diikuti Wakapolres Bojonegoro, para pejabat utama Polres Bojonegoro, para perwira staf, Kapolsek jajaran. Satu pleton Kodim 0813/Bojonegoro, satu pleton personel staf, satu pleton Satreskrim dan Sat Narkoba, satu pleton Sat Intelkam, satu pleton Sat Pol PP, satu pleton Dishub, satu pleton Dinkes, satu pleton BPBD Bojonegoro.

Berikut arahan dalam kegiatan Operasi Patuh Semeru 2021 :

1. Lakukan mapping terhadap lokasi-lokasi yang rawan terjadinya penumpukan massa, rawan kecelakaan, kemacetan dan pelanggaran lalu lintas.

2. Dalam pelaksanaan operasi agar dikedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara edukatif dan humanis, sehingga dapat meningkatkan kepercayan masyarakat terhadap Polri.

3. Berdayakan sumber daya operasi untuk membantu pemerintah dalam rangka kegiatan pencegahan penyebaran Covid-19 melalui kegiata sosialisasi protokol kesehatan, peningkatan kegiatan 3T dan perluasan cakupan vaksinasi.

4. Diingatkan kembali kepada anggota selama kegiatan operasi tidak diperbolehkan melakukan tindakan kontra produktif yang dapat menurunkan citra Polri.

5. Jaga kesehatan dan tetap pedomani protokol kesehatan dalam pelaksanaan tugas agar para anggota yang bertugas di lapangan dapat menjalankan tugas secara optimal.

6. Laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab agar Polri yang Presisi bisa terwujud. (nul)