50 Kali Curi Motor di Banyuwangi, Terakhir Dilubangi Kakinya oleh Polisi

Reporter : Abdus Syukur - klikjatim.com

Pasangan suami istri pencurei sepeda motor AR dan WA saat diamankan di Mapolresta Banyuwangi.

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi – Sepak terjang AR (35) dalam mencuri sepeda motor di wilayah hukum Polresta Banyuwangi cukup tinggi. Sebab, ada 50 sepeda motor yang berhasil dicuri di beberapa wilayah. Namun aksi terakhir menemui jalan buntu, setelah dipergoki dan ditembak kakinya oleh anggota Satreskrim Polresta Banyuwangi.

Tidak hanya ditembak, WA (29) istri AR yang selama ini membantu aksinya mencuri juga ikut tertangkap. Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 7 unit motor dengan verifikasi 4 unit Scoopy, 2 unit Vario, dan 1 unit Mio, kunci T, kunci inggris, 3 obeng minus, dan 2 botol Fanta berisi 2 liter bahan bakar minyak (BBM).

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Arman Asmara Syarifudin mengatakan, tersangka AR merupakan residivis curanmor dengan menyasar motor yang terparkir di halaman rumah.

“Sasaran operasinya di wilayah Kecamatan Giri, Kecamatan Banyuwangi, Kalipuro, Glagah, Sempu, dan Srono. Targetnya motor jenis matic seperti Scoopy, Mio, Vario, dan Beat,” ujarnya saat pers rilis di Mako Polresta Banyuwangi, Rabu (29/7/2020) sore.

Kapolresta Banyuwangi menambahkan, setelah dilakukan pengembangan, tersangka mengakui telah melakukan kejahatan curanmor sebanyak 50 kali. Modus operasi tersangka menuju wilayah sasarannya adalah dengan diantarkan oleh sang istri. Sehabis itu, tersangka menjelang malam hari berjalan kaki mencari sasaran motor yang terparkir di halaman rumah.

Dalam operasinya, sambungnya, tersangka merusak kunci gerbang rumah dulu dengan kunci T. Selanjutnya, tersangka menghampiri motor dengan merusak kunci motornya menggunakan kunci T. Lalu motor dibawa kabur dan dijual ke penadah di wilayah Kabupaten Lumajang.

“Dengan variasi harga Scoopy Rp 3,5 juta, Beat Rp 2,5 juta, Vario Rp 3 juta, dan Mio Rp 2 juta. Dalam kasus ini, kami masih mengejar tersangka TM yang menjadi penadah,” pungkasnya. (hen)