45 KTS Vakum, Kapolres Bojonegoro Minta Diaktifkan Lagi

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia. (Nur Afifullah/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Polres Bojonegoro kembali menghidupkan program Kampung Tangguh Semeru (KTS) untuk menangani penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya beberapa bulan KTS vakum dan sekarang akan dihidupkan lagi. Selain itu, rencana diperbanyak terutama di Kecamatan-Keacamatan yang masuk zona merah.

BACA JUGA :  Pedagang di Pasar Kepatihan Meninggal Mendadak, Kepalanya Ada Memar

“Dilakukannya ini karena Covid-19 kembali merebak atau meningkat di Kabupaten Bojonegoro. Untuk sementara ini data orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 atau tersuspect sebanyak 313 orang,” ujar Kapolres Bojonegoro AKBP EG Pandia Rabu (13/1/2021).

Ia mengatakan, menghidupkan kembali Kampung Tangguh Semeru (KTS) yang selama ini sudah ada sebanyak 45 KTS di 28 Kecamatan ini akan dihidupkan, Apabila di salah satu Kecamatan mengalami peningkatan orang yang tersuspect atau terkonfirmasi positif Covid-19 maka di Kecamatan tersebut untuk memperbanyak KTS sehingga untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kecamatan tersebut.

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan juga dilakukan secara ketat di Kampung Tangguh Semeru di antaranya semua orang ke luar masuk desa harus mengenakan masker. Selain itu juga harus dicek suhu tubuhnya serta mencuci tangan dengan sabun di tempat yang sudah disediakan.

“KTS yang ada di desa merupakan garda terdepan dalam rangka penanggulangan krisis kesehatan yang disebabkan oleh Coronavirus disease 2019 (Covid-19),” kata Kapolres Bojonegoro.

Selanjutnya, AKBP Eva Guna Pandia juga meminta kepada tiga pilar yang ada di desa dan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan juga dilakukan secara ketat di Kampung Tangguh Semeru di antaranya 4 M, Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak dan Menjauhi kerumunan.

“Saya harap juga ada papan informasi atau himbuan terkait korban Covid-19 lebih banyak dipasang di tempat-tempat strategis. Tujuannya agar masyarakat lebih waspada dan tidak menganggap remeh penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (bro)