2,9 Ton Tokek Kering Diekspor ke China, Untuk Apa?

Reporter : Ahmad Hilmi Nidhomudin - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya–Sebanyak 2,9 ton tokek kering dikirim ke China. Pada 25 November 2020 lalu tokek yang dalam Bahasa Mandarin disebut bihu itu disertifikasi oleh Karantina Pertaniam Surabaya.

BACA JUGA :  Aksi Emak-emak Curi Rokok di Probolinggo Terekam CCTV

Tokek tersebut dikirim ke China seharga Rp 117 juta. Di China tokek akan dijadikan bahan baku obat tradisional di China. Ramuan tersebut dipercaya dapat mengusir masuk angin, mengobati asma, penyakit kulit bahkan tumor serta kanker.

Dengan beragam manfaat yang dimiliki, tidak heran apabila permintaan tokek kering dari Indonesia tidak pernah berhenti. Sebelum diekspor, bihu kering tersebut diperiksa oleh Karantina Pertanian Surabaya wilayah kerja Tanjung Perak. Baik secara fisik maupun dokumen.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, bihu kering tersebut dokumennya lengkap dan memenuhi syarat. Sehingga Sertifikat Sanitasi Produk Hewan (KH 12) dapat diterbitkan,” ujar drh Oki, dokter hewan KKP Surabaya yang melakukan pemeriksaan, Senin (30/11/2020).

Secara terpisah, Kepala Karantina Pertanian Surabaya Musyaffak Fauzi menyampaikan, potensi ekspor bihu kering dari Jawa Timur sangat menjanjikan.

Eksportasi bihu kering melalui Karantina Pertanian Surabaya tercatat 10 kali pada periode Januari-November 2020. Tokek kering itu diekspor ke Tiongkok, Taiwan dan Hongkong.

“Selain itu berdasarkan data Otomasi Karantina Pertanian, bihu kering yang diekspor sepanjang Januari-November mencapai 33,913 ton dari beberapa perusahaan di Jawa Timur,” pungkasnya. (hen)