269.083 Warga Kota Surabaya Bakal Terima Bansos

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

Sekretaris Fraksi PDIP Surabaya Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am.

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Warga Kota Surabaya dijadwalkan bakal menerina bantuan social (bansos) di masa perpanjangan PPKM level 4. Ada 269.083 keluarga yang akan menerima bansos.

BACA JUGA :  BAIS Gelar Serbuan Vaksinasi di Banyuwangi Sebanyak 2.500 Dosis

Bansos tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakay berpenghasilan rendah (MBR). Warga Kota Surabaya yang tergolong non-MBR juga ada yang menerima bansos kali ini.

Sekretaris Fraksi PDIP Surabaya Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am memperingatkan kepada petugas maupun relawan agar jangan sampai melakukan penyelewengan. “Saya peringatkan dengan keras, jangan main-main dengan penyaluran Bansos,” ujar Ghoni, Jumat (30/72021).

Ghoni juga menegaskan, siap pasang badan dan mengerahkan para kader untuk turut mengawasi di lapangan. “Baik itu Bansos dari pemerintah ataupun dari swasta semuanya wajib sampai ditangan warga dengan tepat. Jangan sampai ada pungutan, PDIP akan pasang badan,” tegasnya.

Tidak hanya itu saja, ia juga memperingatkan, situasi saat ini sangat sensitif, semua terdampak pandemi, masyarakat bisa arogan baik oknum yang bertindak salah.

“Situasi saat ini sudah sangat gawat, banyak warga yang tidak bekerja dan dirumahkan. Jika ada oknum yang berani melakukan penyelewengan kita pastikan tidak selamat,” terangnya.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah menyebut dari data yang ia kantongi 269,083 calon penerima Bansos itu terdiri dua kategori. Yakni masyarakat MBR dan Non MBR.

Untuk MBR, ada sekitar 139,377 calon penerima Bantuan Sosial Tunai (BST), 47.126 calon penerima Program Keluarga Harapan (PKH), dan 53.651 calon penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Sedangkan bagi Non MBR, ada sekitar 13.592 calon penerima BST, 10.476 calon penerima PKH, dan 4.861 calon penerima BPNT. Dengan total, 152.696 masuk dalam program BST, 57.602 program PKH dan 58.512 masuk dalam program BPNT.

“Bansos ini harus tepat sasaran, warga juga bisa memantau kepada tetangga jika ada yang kurang pas menerima bisa dilaporkan kepada petugas,” tandas Khusnul.(mkr)