25 Persen Sekolah Tulungagung Belum Siap Selenggarakan Pembelajaran Tatap Muka

Reporter : Iman - klikjatim.com

Kepala DInas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Haryo Dewanto Wicaksono

KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Rencana pembelajaran tatap muka bakal dilaksanakan pada Juli mendatang, menunggu kepastian seluruh guru mendapatkan vaksin lengkap sebelum pelaksanaan pembelajaran tatap muka, Dinas Pendidikan Tulungagung juga tengah mempersiapkan kesiapan sekolah menggelar pembelajaran tatap muka.

BACA JUGA :  Lakukan Pendataan, Wali Kota Eri Cahyadi Sebut Agar Warga Segera Diintervensi

Kepala DInas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Haryo Dewanto Wicaksono yang ditemui di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kesiapan sarana dan prasarana di sekolah sekolah terutama SD dan TK untuk menyambut pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

“Persiapannya ya kita sudah memeriksa kesiapan sarana dan prasarana, terutama di gedung TK dan SD yang kita periksa, keliling terus kita sekarang ini,”ujarnya.

Hasilnya 75 persen gedung sekolah masuk kategori layak, sedangkan 25 persen sisanya belum memenuhi syarat untuk pembelajaran tatap muka.

Namun hasil ini tidak membuat pihaknya berkecil hati, Yoyok, sapaan akrab Haryo Dewanto mengungkapkan,masih ada waktu bagi sekolah yang dinilai belum layak untuk berbenah dan mempersiapkan diri.

“Hasilnya 75 persen yang memenuhi syarat, sisanya belum memenuhi syarat,”ucapnya.

Pihaknya mengakui, untuk memenuhi syarat 100 persen memang tidak mudah, karena ada beberapa item yang tidak mudah untuk diwujudkan, misalnya item kondisi toilet maupun WC yang harus sempurna, padahal kenyataanya tidak seperti itu.

Tetapi untuk pengadaan sarana prasarana protokol kesehatan utama, seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, masker dan penerapan jaga jarak di dalam kelas, baginya bukan masalah berarti.

“Saya rasa memang sulit ya,karena ada checklistnya kan,misalnya untuk toilet dan WC saja harus benar benar bagus, ini kan susah untuk di kita, tapi kalau sarana utama,kita yakin bisa menyiapkan dengan maksimal,”jelasnya.

Yoyok menjelaskan, dengan adanya pembelajaran tatap muka ini, pihaknya berharap tidak terjadi ledakan penyebaran Covid-19, sehingga pembelajaran dengan sistem serupa tetap bisa dilaksanakan secara terus menerus.

“Harapan kita tentunya semua yang terlibat harus benar benar menerapkan aturan yang ada, jangan sampai ada penyebaran dan penularan yang bisa berimbas buruk nnatinya,”pungkasnya. (rtn)