22 Warung Karaoke Surabaya Telah Ditutup, Camat Pakal: Kalau Sudah Mabuk Sulit Dikendalikan

Reporter : Ahmad Hilmi Nidhomudin - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya–Sebanyak 22 warung karaoke di Kota Surabaya telah ditutup petugas. Terbaru, warung karaoke di Jurang Kuping, Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal juga ditutup.

BACA JUGA :  Kerjasama dengan BUMDes, Lumbung Pangan Jatim Catat Transaksi Hingga Rp 143,5 Juta

Petugas gabungan ini terdiri dari polisi, TNI, Linmas, Satpol PP serta ormas. Mereka menutup satu per satu warung-warung karaoke. Meja dan kursi oleh petugas dibalik dan tempatkan menjadi satu. Petugas juga menempelkan stiker pelanggaran.

Tidak hanya itu, di jalan yang menjadi akses masuk juga diberikan banner bertuliskan ‘Semua Kegiatan Usaha di Jurang Kuping Tutup Selama Pandemi Covid-19’.

Camat Pakal, Tranggono Wahyu Wibowo mengatakan, pihaknya sudah memberikan surat edaran yang disampaikan oleh tiga pilar, jika mulai hari ini seluruh kegiatan usaha di Jurang Kuping harus dihentikan.

“Alhamdulillah semuanya sudah tutup, artinya pemilik usaha di sini patuh dengan surat edaran kita,” ungkap Tranggono kepada wartawan usai penertiban di Jurang Kuping, Sabtu (13/2/2021).

Menurut Tranggono, tantangan ke depan ialah melakukan pemantauan di Jurang Kuping, agar warung-warung karaoke tersebut tidak buka selama pandemi. “Biasanya memang ada kegiatan kuliner memang. Ada penjualan minuman beralkohol memang, ada tuak dan ada bir biasanya. Ketika mereka sudah mabuk, sulit untuk dikendalikan terkait protokol kesehatan,” ujar Tranggono.

“Makanya kemarin kita diperintahkan oleh Satgas COVID-19 Kota Surabaya, untuk melakukan penghentian seluruh tempat usaha di Jurang Kuping,” imbuh Tranggono.

Dengan penutupan 22 warung karaoke ini, Tranggono berharap bisa menjadi edukasi bagi warga. Sebab menurutnya, pemilik warung karaoke tersebut merupakan warga Kecamatan Pakal.

“Harapan kami sebetulnya, kita sekaligus melakukan edukasi kepada seluruh pemilik tempat usaha, karena ini kebetulan ini semua warga Pakal semua. Ke depan tidak ada lagi tempat karaoke ini, kita akan ganti menjadi tempat wisata dan kuliner,” tambahnya.

Gagasan menyulap Jurang Kuping menjadi tempat wisata kuliner sudah ada. Dalam waktu dekat, pihaknya akan membuka diskusi dengan warga sekitar.

Sementara itu, meski dilakukan penutupan, warga masih bisa melintas di kawasan tersebut. “Kalau aktivitasnya masih bisa, selain tempat-tempat usaha (warung karaoke). Mau ke sawah, nyari rumput ada tempat pembuangan sementara, kecuali tempat usaha itu karena selama ini tempat itu yang menjadi perhatian kita,” lanjutnya.

Jika ada yang masih nekat buka, sesuai dengan aturan Perwali No 67 Tahun 2020, pihaknya akan melakukan penindakan dengan menyita KTP dan denda bagi pemilik usahanya. “Minimal Rp 500 ribu maksimal Rp 5 juta,” sambungnya.

Setelah melakukan penutupan, petugas tiga pilar juga melakukan sosialisasi ke penduduk sekitar. Jika menemukan warung-warung karaoke yang buka, warga diminta melaporkan ke polsek, kecamatan dan koramil. (ris)