17 Gempa Menggoyang Pacitan Selama Bulan Juni

Reporter : Agus Riyanto - klikjatim.com

Pesan twitter dari BMKG yang menginformasikan gempa 5,1 SR pada 22 Juni lalu terjadi di Laut Pacitan.

KLIKJATIM.Com | Pacitan – Tanpa disadari, ternyata selama bulan Juni lalu, warga di Kabupaten Pacitan dogoyang gempa hingga 17 kali. Meski tidak sampaik menimbulkan kerugian maupun korban jiwa, namun gempa tersebut berpotensi menimbulkan efek bencana lain. Salahsatunya ancaman banjir tsunami.

BACA JUGA :  Komisi E DPRD Jatim Usul BPOM Dibentuk di Tiap Kabupaten Kota

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pacitan Diannitta Agustinawati mengatakan Kabupaten Pacitan memang merupakan salah satu wilayah yang masuk kategori zona merah untuk bencana gempa bumi. Bahkan, 24 desa yang berada di kawasan pesisir pantai selatan berpotensi terdampak gelombang tsunami apabila ada gempa berkekuatan besar.

“Selama Juni saja sudah terjadi 17 kali gempa yang berpusat di laut Pacitan. Rata-rata kekuatan gempa antara 3–5 skala Richter (SR). Paling besar pada 22 Juni lalu dengan skala magnitudo 5,1 SR,’’ ujar Diannitta Agustinawati.

Disebutkan, dari kejadian tersebut, dibutuhkan pemetaan sesar Grindulu. Sebab hal ini berkaitan dengan kepentingan mitigasi. ‘’Sesar Grindulu mempunyai panjang sekitar 33 kilometer membentang dari Pancer Door sampai wilayah utara atau ke arah Tegalombo,’’ kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pacitan .

Meski belum ada pemetaan secara mendetail, dia berharap masyarakat mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa besar. Beberapa papan tanda jalur evakuasi sudah dipasang oleh BPBD untuk proses mitigasi. ‘’Yang paling penting warga tanggap evakuasi. Jadi, setelah merasakan (guncangan) gempa dan disusul dengan peringatan tsunami, segera evakuasi ke lokasi yang aman,’’ pungkasnya. (hen)