15 Kecamatan di Nganjuk Masuk Zona Merah

Reporter : Asep Bahar - klikjatim.com

Bupati Nganjuk saat mengunjungi ruang perawatan di RSUD.

KLIKJATIM.Com | Nganjuk – Sebanyak 15 kecamatan di Kabupaten Nganjuk masih dalam zona merah penyebaran Covid-19. Sementara itu, ada lima kecamatan lainnya berwarna oranye masing-masing Kecamatan Berbek, Ngetos, Ngluyu, Lengkong dan Jatikalen.

BACA JUGA :  Libur Kompetisi, Madura United Upayakan Tetap Bayar Gaji Pemain

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dr Hendriyanto menjelaskan, ada tambahan 1 kecamatan yang masuk zona merah, yakni Kecamatan Sukomoro. Kecamatan Sukomoro menjadi zona merah ke-15 setelah salah satu pasien yang teridentifikasi positif Covid-19 dari sana meninggal dunia. Sesuai hasil swab yang diterima gugus tugas kemarin, total ada penambahan lima pasien terkonfirmasi positif Covid-19 baru.

Dr Hendriyanto mengingatkan agar warga tetap waspada akan penularan Covid-19. “Harus tetap menerapkan pola hidup sehat dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” ujar Hendri.

Dikatakan, selain satu pasien positif Covid-19 yang sudah meninggal saat berstatus PDP, ada empat pasien tambahan lainnya. Mereka berasal dari Kecamatan Gondang, Tanjunganom, dan Ngronggot. “Empat pasien dirawat di sejumlah rumah sakit,” jelas Hendri.

BACA JUGA :  Pasien Covid-19 Berkeliaran, Warga Perumahan Batu Resah

Dengan tambahan lima pasien tersebut, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Nganjuk menjadi 81 kasus. Delapan orang dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya, 39 pasien lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Nganjuk dan Kediri.

Selain penambahan lima pasien baru, imbuh dia, juga ada penambahan satu pasien yang sembuh. Dia adalah pasien berusia 23 tahun asal Baron yang merupakan pasien terkonfirmasi positif ke-58. “Pasien sudah diperbolehkan pulang,” terang Hendri tentang kondisi pasien yang dirawat di RSUD Kertosono itu.

Untuk diketahui, dengan penambahan lima pasien positif, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Nganjuk menyusut menjadi 154 orang. Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) tetap 107 kasus. Penambahan terjadi pada orang tanpa gejala (OTG) yang kemarin menjadi 2.213 kasus. Demikian pula orang dalam risiko (ODR) yang naik ratusan menjadi 45.281 kasus. (hen)