Tampil di New York Fashion, Desainer Gresik Bakal Sajikan Konsep Budaya Indonesia

Riris Ghofir (kanan) memamerkan salah satu gaun batik sutra tulis dengan konsep Ken Dedes. (ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Salah satu desainer Kabupaten Gresik, mendapatkan kesempatan untuk memamerkan karyanya dalam ajang ASC New York Fashion Week (NYFW), pada tanggal 7 September mendatang. Dia adalah Riris Ghofir. Satu di antara 11 desainer yang tergabung dalam Indonesia Modest Fashion Designer (IMFD).

Rencananya dalam ajang fashion dunia tersebut, perempuan asal kota pudak ini—sebutan lain untuk Kabupaten Gresik—akan membawakan konsep budaya Indonesia. Total ada sebanyak 12 karya dengan judul ‘Ken Dedes’.
“Konsep ini saya bawa untuk memperkenalkan budaya Indonesia di mancanegara,” kata Riris.

Alasannya memilih konsep Ken Dedes karena sosok ratu yang merupakan permaisuri dari Ken Arok. Yaitu dalam cerita sejarah kerajaan Singasari.

BACA JUGA :  Suka Cita dan Haru Warnai Malam Pisah Sambut Kasatlantas

Diketahui bahwa dalam sejarahnya, Ken Dedes dipercaya menjadi ibu dari para raja yang berkembang di Pulau Jawa. Sosok Ken Dedes menjadi simbol seorang wanita yang utama, istimewa, cantik dengan kepribadian nan elok.

Berawal dari situlah, perempuan yang merupakan owner Java Fashion Muslim tersebut menyampaikan sebuah pesan budaya melalui karya. Sosok ratu Jawa yang berkarisma telah dituangkan melalui sentuhan seni batik klasik dengan warna merah, hijau, hitam, dan gold.

Ditambah perpaduan batik tulis sutra halus dengan tile, brokat dan lace semakin menggambarkan sosok yang anggun serta tegas. Riris mengungkapkan, bahwa pembuatan batik tulis sutra yang dikerjakan menggunakan tangan membutuhkan waktu cukup lama. Karena sengaja dibuat sangat detail.

Lalu, gambaran terkait kekayaan Pulau Jawa telah disajikan menggunakan motif pesisiran pantai khas Jawa Timur. Seperti motif rumput laut, kerang dan lain-lain sebagainya.

Selain itu, untuk memperkuat kesan klasik dari seorang ratu yang istimewa telah dibuatkan berbagai detail bordir. Antara lain bordir motif teratai dan ukir-ukiran dari arca Ken Dedes, yang berada di bekas kerajaan Tumapel (Singasari).

BACA JUGA :  Kapten Timnas di AFF U15, Arek Gresik

Untuk mempercantik karya, Riris telah menggunakan swarowski dan payet. Tujuannya untuk memunculkan kesan kejayaan sosok sang ratu. Alhasil, 12 karya itu semakin nampak elegan dengan siluet H dan A line berpadu layer atau selendang. Seakan-akan menggambarkan ratu pada zaman silam.

Selanjutnya, dia juga menampilkan beberapa desain bermodel jumsuit dan palazo. Karya tersebut dalam satu paket dress wear. Konsep desain klasik ringan, modern dan anggun.

Riris berharap, upayanya ini bisa ikut memajukan dunia fashion Indonesia. Sehingga menjadi kiblat fashion dunia. (nul/hen)