Siswa SMA se-Jatim Gagal Terima Seragam Gratis dari Pemprov

Ilustrasi

IKLIKJATIM.com | Surabaya- Proyek pengadaan seragam untuk siswa SMA/SMK se-Jawa Timur gagal terealisasi. Artinya, para siswa gagal menikmati seragam gratis dari Pemprov Jatim tahun ini.

Meski telah ditawarkan melalui lelang. Tampaknya tak ada minat pihak ketiga ambil lelang seragam sekolah tingkat lanjut se-Jatim ini. Padahal rencananya seragam tersebut diberikan kepada siswa di awal September tahun ini.

BACA JUGA :  Rasio Elektrifikasi di Jatim Ditarget Tuntas 2021

Hal tersebut dibenarkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Emil mengatakan pengadaan seragam yang mengalami lelang tersebut kini tengah dievaluasi. Terutama untuk melakukan analisa apa yang sampai membuat pengadaan kain seragam untuk satu stel biru putih dan juga satu stel pramuka gagal dan tidak diminati oleh pihak ketiga.

“Saat ini saya rasa rekan di administrasi pembangunan yang mengurusi pengadaan dan Dinas Pendidikan, sedang menelaah. Karena begini dari proses gagal kemudian lelang ulang juga nggak harus cepet-cepetan,” kata Emil usai menghadiri Korsupgah KPK Korwil VI di Kantor Dinas Kominfo Jawa Timur, Senin, 9 September 2019 malam.

BACA JUGA :  Giliran Kantor BPKAD Jatim Digeledah KPK

Ada yang menyebut bahwa waktu yang mepet untuk pengadaan menjadi alasan utama tak ada pihak ketiga yang mau mengambil lelang tersebut.

“Kami akan introspeksi, dari sisi aturan, persyaratan, lingkupnya, apakah harganya kemurahan, speknya gimana, itu yang akan kami lihat dengan seksama,” terangnya.

Meski demikian Emil Dardak menegaskan bahwa pos anggaran untuk seragam kemungkinan tidak akan dialihkan. Karena PAPBD 2019 sudah disepakati. Tapi jika ada usulan untuk pengalihan pos anggaran Emil menyebut harus ada pembicaraan dan pertimbangan yang lebih jauh.

BACA JUGA :  Dipukul Pakai Martil 15 Kali, Korban Sopir Grab Pendarahan Otak

“Ini kan diawali niat baik, tadinya, ya, seragam ini. Tetapi, kami akan mereview urgensinya untuk ke depannya. Program ini sebenarnya kami melaksanakan juga dari apa yang sudah diprogramkan oleh pendahulu kita dengan baik,” ucapnya.

Mantan Bupati trenggalek tersebut melanjutkan, anggaran untuk seragam gratis dalam Tis Tas (gratis-berkualitas) sudah diplot sejak penyusunan anggaran 2019 pada akhir tahun 2018 lalu. Tetapi jika kemudian dari tingkat urgensi ternyata siswa/siswi juga sudah beli kain dan sebagainya, dikatakan Emil itu memang bisa menjadi pertimbangan nanti.

“Kalau kemungkinan molor lagi pengadaannya ya memang kenyataanya ini memang sudah kelewat dari masa waktunya, ya makanya itu menjadi salah satu pertimbangan nantinya. Satu kalau kita masih lelang ulang, dilelang ulang seperti apa supaya tidak gagal lagi. Ini harus open lah, jadi kalau ada concern-concern itu tidak didiamkan kita harus mendengar masukan dari masyarakat,” katanya

Emil menegaskan, langkah ke depan ini memang harus hati-hati terutama dalam melakukan lelang ulang lagi. Ia mewanti jangan sampai ada kegagalan yang sama.

“Kasihan juga terhadap masyarakat yang beharap-harap. Kalau memang mereka beharap. Walaupun ada yang mengatakan, ya udah kita seneng kok udah ada Tis Tas. Ya udah, kalau bisa untuk peningkatan yang lain, di sektor pendidikan tapi ya, jangan sektor lain,” ujarnya.(nk/mkr)