Simulasi Keadaan Darurat, Pabrik Libatkan Warga Sekitar

Tim Pemadam Kebakaran Petrokimia Gresik melakukan aksi simulasi pemadaman kebakaran tangki solar Pabrik III Petrokimia Gresik. (for klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com ǀ Gresik – PT Petrokimia Gresik (PG) anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) melibatkan masyarakat dan aparat kepolisian dalam simulasi Penanganan Keadaan Darurat Pabrik (PKDP), sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi dalam keadaan darurat, Jumat (30/8/2019).

Direktur Produksi (Dirprod) PG, I Ketut Rusnaya menjelaskan, hal ini penting karena kompleksitas bisnis PG yang saat ini memiliki 31 pabrik dengan kapasitas total 8,9 juta ton, baik produk pupuk maupun non pupuk. Sehingga keadaan darurat harus disikapi dengan kesiapsiagaan seluruh pihak, baik internal maupun eksternal.

“Petrokimia Gresik selalu mengutamakan keselamatan (safety) dalam menjalankan proses bisnis sesuai dengan tata nilai perusahaan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun untuk melihat sejauh mana kesigapan dan tingkat kewaspadaan baik di internal PG, maupun pihak eksternal yang berpotensi terlibat yaitu aparat kepolisian dan warga sekitar,” ujar Ketut.

BACA JUGA :  Tahun 2024 Semua Tanah di Gresik Ditarget Sudah Tersertifikat

Lebih lanjut, Ketut menjelaskan bahwa penerapan safety yang optimal mendukung kelancaran proses produksi untuk mewujudkan program transformasi bisnis menjadi perusahaan solusi agroindustri.

Komitmen PG terhadap penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) juga ditunjukkan melalui penerpan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Responsible Care Code, dan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP).

Selain kegiatan ini, edukasi mengenai K3 juga dilakukan PG kepada masyarakat pada perayaan bulan K3 Nasional setiap bulan Februari dengan melibatkan warga sekitar dalam berbagai perlombaan K3.

“Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam simulasi ini. Semoga kegiatan ini bermanfaat tidak hanya bagi PG, tapi juga dapat diterapkan oleh masyarakat saat terjadi keadaan darurat dimana saja,” pungkas Ketut.

BACA JUGA :  PG Luncurkan Produk Baru Khusus Tanaman Perkebunan

Sementara itu, simulasi diawali dengan terjadinya ledakan boiler di Pabrik Asam Sulfat akibat tekanan yang terlalu tinggi dan mengakibatkan kebakaran di tangki solar. Keadaan darurat ini menyebabkan dua orang karyawan luka parah dan terlepasnya gas SO2 hingga ke masyarakat.

Ledakan pun membuat status keadaan darurat naik menjadi tingkat II dan memicu demo besar-besaran dari masyarakat yang terdampak. Sinergi dengan beberapa pihak di luar perusahaan pun dilakukan untuk menangani keadaan darurat ini, salah satunya kepolisian.

Simulasi keadaan darurat kali ini dapat terselesaikan dengan baik dan seluruh korban dapat diselamatkan. Waktu yang dibutuhkan pun lebih cepat dari waktu yang diskenariokan. (nul/hen/*)