Petrokimia Gresik Komitmen Capai Proper Emas

Danang Arif Darmawan menjelaskan materi tentang Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan di hadapan peserta seminar. (for klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – PT Petrokimia Gresik (PG) bekerja sama dengan Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) Fisipol UGM, menggelar seminar ‘Dokumen Ringkasan Kinerja Pengelolaan Lingkungan (DRKPL) Menuju Proper Emas’ di Gedung Seroja PG, Selasa (3/9/2019). Seminar ini merupakan upaya nyata PG yang merupakan anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk menggapai ‘Proper Emas’ di tahun 2022.

Hadir sebagai pemateri dari Direktur Social Development Studies Center (SODEC), Dr Hempri Suyatna. Dia menyampaikan, untuk mendapatkan Proper Emas maka implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan harus melakukan berbagai inovasi. Idealnya adalah gagasan yang otentik dan mempunyai keunikan. Dari sisi sasaran jangkauan, inovasi juga harus berdampak luas dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.

“Inovasi-inovasi itu harus dikaitkan dengan pemberdayaan kelompok-kelompok di masyarakat. Berkaitan dengan sustainable development goals, hemat saya ini yang menjadi poin-poin penting,” ujarnya.

Ketika sebuah perusahaan mendapatkan Proper Emas, maka akan berdampak pada corporate branding. Hal ini menjadi benefit bagi perusahaan, karena berkaitan dengan pemerintah. Utamanya dengan masyarakat.

BACA JUGA :  Perkuat Pasar Komersil, PG Tingkatkan Ekspor Perusahaan

“Dalam Creating Share Value (CSV), program CSR juga harus mendorong nilai lebih bagi kepentingan perusahaan. Tapi intinya program-program (marketing) tersebut harus berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat,” tegas Dr Hempri.

Pembicara lain dalam seminar tersebut adalah Danang Arif Darmawan, selaku akademisi UGM yang fokus pada Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan. Dalam kesempatan itu, dia memberikan materi tentang proper dan pembangunan masyarakat.

Arif menjelaskan, perusahaan juga harus memiliki komitmen terhadap lingkungan. Dan dasar komitmen global itu salah satunya adalah  pembangunan yang berkelanjutan.

“Perusahaan tidak semata-mata hanya mencari keuntungan saja, tapi juga harus memiliki kesadaran dalam konteks menyelesaikan persoalan lingkungan, limbah, juga dalam konteks hubungan yang baik dengan masyarakat,” paparnya.

Menanggapi materi yang disampaikan pembicara, Direktur Utama (Dirut) PG, Rahmad Pribadi menyampaikan bahwa sebagai perusahaan manufaktur, PG mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Selama ini kami sudah melaksanakan tanggung jawab kepada masyarakat di berbagai bidang, baik berupa charity, pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas masyarakat, maupun pemberdayaan masyarakat melalui program Petrokimia Gresik Peduli Berbagi,” ujarnya.

BACA JUGA :  Mantapkan Tradisi Inovasi, PG Mampu Hemat Anggaran Rp 131,7 M

Rahmad berharap, apa yang sudah direncanakan dan dikerjakan PG dapat menjadi modal untuk mencapai proper emas di tahun 2022. Karena untuk meraih Proper Emas, perusahaan harus mendapat predikat proper hijau terlebih dahulu tiga kali berturut-turut.

“Petrokimia Gresik telah mendapat Proper Hijau di tahun 2017 dan saat ini kami sedang menjalankan program transformasi bisnis menuju solusi agroindustri. Mudah-mudahan dengan adanya transformasi ini, dapat mengantarkan perusahaan untuk meraih proper emas pada waktunya,” pungkas Dirut PG.

Dapat diketahui, proper merupakan program Kementerian LHK untuk mendorong perusahaan di Indonesia agar taat dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrumen informasi. Penilaiannya meliputi sistem manajemen lingkungan, pengembangan masyarakat (community development), serta pemanfaatan sumber daya yang meliputi efisiensi energi, pengurangan dan pemanfaatan limbah B3, pengurangan pencemaran udara, 3R limbah padat non-B3, efisiensi air dan penurunan beban pencemaran air limbah, serta perlindungan keanekaragaman hayati. (nul/roh/*)