2 Minggu, 10 Budak Narkoba Dibekuk

Kapolres Lamongan AKBP Febby DP Hutagalung saat menunjukkan tersangka di Mapolres Lamongan. (bisri/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Lamongan–Peredaran narkoba di Kabupaten Lamongan perlu diwaspadai. Sebab, dalam kurun waktu dua minggu 10 tersangka yang berurusan dengan narkotika dibekuk Polres Lamongan.

Mereka ada yang berprofesi sebagai pengedar. Ada juga yang jadi pengguna. Sebagian tersangka memang ada yang dari luar daerah. Tapi ada juga yang dari Lamongan.

“Total barang bukti sabu yang disita dalam pengungkapan selama Agustus September ini seberat 44,1 gram”, ungkap Kapolres Lamongan AKBP. Feby D.P. Hutagalung di Mapolres Lamongan.

BACA JUGA :  Polwan Lamongan Salurkan Air di Desa Kekeringan

Identitas ke sepuluh tersangka pengedar sabu yang berhasil ditangkap serta diamankan yakni Nur Irawan Syah, 37, warga Karangmulyo, RT. 001/RW. 006, Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan/Kabupaten Lamongan.

H. Herli Sofikul Anam, S.H. Alias Hengky, 46, Warga Bumi Menteng Asri BLok AD 11-12 RT, 001/RW 019, Keleruhan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Gunaris Alias Boyes, 37, warga Dukuh Kupang Utara 1/24 RT 005/RW 008 Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.

Narto, 36, warga Dukuh Karangan 4 RT 008/RW 003 Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya. Abdullah alias Ambon, 25, warga Dusun Guminingrejo RT 02/RW 01 Desa Guminingrejo, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.

BACA JUGA :  Baru Belajar Nyetir, Nenek Tutik Tabrak Motor Sebelum Nyemplung Sungai

Dwi Nurdiansyah Alias Dian, 16, warga Dusun Bajang, Desa Guminingrejo, Kecamatan Tikung. Kabupaten Lamongan. Iwan Pranoto Alias Nawi, 33, warga Dusun Juwet RT 02/RW 04, Desa Deket Agung, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan.

Agus Harianto, 37, warga Dusun Tunggun RT 04/RW 03, Desa Tunggunjagir, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan. Ari Wibowo, 34, warga Jalan Trunojoyo No 235 RT 005/RW 002 Kelurahan Bungul Kidul, Kabupaten Pasuruan. Achmad Al Hafiz, 26, warga Desa Tanggul, RT 02/RW 01 Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Dalam penangkapan kali ini, Barang bukti yang diamankan dengan rincian 17,55 gram sabu, 0,71gram sabu,979 gram sabu, 0,43 gram sabu, 0,22 gram sabu, 0,28gram sabu,15,03 gram  dengan total barang bukti 44,01 gram sabu, alat hisab sabu 5, hand phon 15, sepeda motor 3, mobil 1, timbangan 1, uang tunai Rp 7,7 juta.

Dari kesepuluh orang tersangka dalam kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1), Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 09 tentang Narkotika.

Akibat perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 112 (1) setiap orang yang tanpa hak melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana pejara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 Miliar.

BACA JUGA :  Bawa Uang Rp 1 M Diduga untuk Money Politic, Caleg Gerindra Lamongan dan Sopirnya Ditangkap

Pasal 114 (1) Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika gololngan I dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua
puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1 Miliar dan paling
banyak Rp. 10 Miliar.

“Ada pasal pemberatan pada pelaku residivis, oleh karena itu akan dikenakan pasal berlapis, agar tidak melakukan lagi,”  kata AKBP Feby. (bis/mkr)